Yang Dibutuhkan Trader Agar Profit Konsisten

Yang Dibutuhkan Trader Agar Profit Konsisten

Trading maupun investasi saham, harus anda lakukan secara MANDIRI. Sekalipun ada mentor, sekalipun ada grup yang isinya puluhan ribu member, sekalipun anda punya teman yang jago trading, mereka tidak mungkin bisa membimbing anda selangkah demi selangkah. Karena mereka juga punya kesibukan trading, dan tentunya urusan-urusan pribadi masing-masing. 

Anda sendiri lah yang harus bisa menjadi trader mandiri. Nah, kalau anda bisa mandiri dalam trading, anda akan lebih mudah untuk mendapatkan profit konsisten, karena anda sudah tahu apa yang harus anda lakukan ketika berhadapan dengan market. Baca juga: Ebook Saham Lengkap

Tapi persoalannya tidak semudah itu. Faktanya ketika anda dituntut untuk bisa mandiri dan bisa memilih saham sendiri, hal inilah yang kemudian menyebabkan banyaaaak sekali pebisnis saham yang langsung salah melangkah. 

Sehingga, tidak sedikit dari trader yang langsung salah membeli saham. Portofolionya diisi dengan saham2 yang jelek secara teknikal, maupun fundamental. Dalam kasus yang lebih buruk, banyak trader yang terpaksa berhenti total dari dunia saham. 

Hal ini pernah saya alami sendiri, di mana saya harus berjuang untuk bisa menjadi trader mandiri, bisa mencari saham yang bagus ditengah2 fluktuatif market dan banyaknya pilihan saham. 

Jadi agar anda bisa untung konsisten dan menjadi trader mandiri, ada beberapa hal yang anda butuhkan, yaitu sebagai berikut: 

1. Basic yang benar untuk belajar saham 

Anda harus memulai dengan cara yang benar. Sebab, kalau langkah / step by step belajar saham anda sudah salah dari awal, trading yang anda jalankan akan kacau, dan terkesan tidak ada arah saat memilih saham. 

Padahal, target anda adalah untuk dapat profit. Alih-alih profit, justru anda membeli saham yang jelek, dan banyak saham di portofolio yang nyangkut. Apakah anda sedang mengalaminya? 

Basic belajar saham yang salah yang sering saya temui: Trader yang baru memulai trading, langsung mencari cara untuk bisa dapat profit instan di saham, dapat profit cepat, tanpa mau menganalisa sendiri. 

Trader kerap kali juga sering mengabaikan analisa teknikal, dan mencari sistem-sistem trading yang bisa memberikan "hasil instan". Padahal dalam praktiknya, hal ini tidak akan pernah anda temukan. 

Pelajarilah basic trading yang benar, yaitu: Pelajari basic analisa teknikal, praktik dan strategi trading. Carilah materi2 belajar saham yang mengarah langsung pada praktik. Carilah materi belajar saham yang tidak hanya memberikan "janji-janji manis." Carilah materi saham yang bisa anda pahami dengan mudah.

Belajar saham pemula sampai mendalami strategi trading, bisa anda dapatkan juga disini: Ebook Saham Pemula - Expert. 

2. Memilih saham yang cocok 

Kalau anda sudah menerapkan langkah pertama, yaitu belajar saham dengan langkah yang benar, kini anda harus melanjutkannya dalam praktik trading anda. 

Jumlah saham di pasar saham sangatlah banyak, tapi mayoritas saham bukanlah saham yang bagus untuk trading. Maka dari itu, anda perlu memilih saham-saham apa yang cocok untuk anda.

Fokus pada beberapa pilihan saham, terbukti dapat meningkatkan efektivitas trading dan efisiensi analisa teknikal yang anda lakukan. 

Dengan memiliki pilihan2 saham yang cocok, anda bisa lebih fokus dalam trading anda, sehingga anda bisa meraih profit konsisten. Baca juga: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus. 

3. Mind

Profit dalam trading tidak bisa lepas dari peran: mind / psikologs / mindset trading. Psikologis dan emosi trading yang baik akan mengarahkan anda pada trading-trading dan pengambilan keputusan yang tepat. 

Saham bukan hanya berbicara analisa. Jadi, kalau anda bisa menganalisa, tetapi emosi trading anda tidak terbentuk dengan matang, maka profit konsisten ini akan sulit diraih. Baca juga: Psikologis Trading & The Right Investor Mindset. 

Sebagai contoh, banyak trader yang sudah membeli saham berdasarkan momen yang tepat. Namun karena tidak memiliki emosi trading yang baik, trader langsung melakukan cut loss ketika harga saham turun beberapa poin. Padahal, trader hanya perlu menunggu sedikit waktu agar saham yang dipegang naik lagi. 

Jadi kesimpulannya,  beberapa hal utama yang harus anda lakukan supaya anda bisa lebih cepat mendapat profit konsisten di saham adalah: Memulai basic dengan cara yang benar, praktik trading langsung, lakukan screening saham untuk mendapatkan stock pick, pelajari psikologis trading. 

Hal-hal inilah harus anda selalu terapkan, agar anda bisa paham "cara mencari ikan" (mencari saham yang bagus secara mandiri), dan tidak hanya "meminta ikan" tanpa anda tahu cara menangkapnya. 

Kunci profit konsisten adalah: Bisa mencari saham yang bagus secara mandiri. Ketiga langkah itulah yang bisa mengarahkan anda untuk mencapai goals anda di saham.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus

Analisis Fundamental Saham: Mencari Perusahaan Bagus

Menguasai analisis fundamental saham harus dapat anda terapkan untuk para trader maupun investor jangka panjang. Terutama kalau anda bertujuan investasi saham, maka analisis fundamental adalah senjata utama anda untuk memilih saham yang berkualitas. 

Jika anda ingin investasi jangka panjang (membeli saham dan disimpan selama minimal diatas 6 bulan), maka anda harus bisa menyeleksi saham-saham apa saja yang dapat menghasilkan potensi profit dalam jangka waktu yang panjang. 

Artinya, inti dari analisis fundamental adalah mencari perusahaan bagus, yaitu perusahaan yang memiliki: 

- Kinerja keuangan mapan
- Tren laba bersih naik dalam 5 tahun terakhir
- Sebisa mungkin menjadi leader di sektor industri
- Sektor usahanya berkembang & diminati masyarakat
- Memiliki historis tata kelola perusahaan yang bagus / positif 

Perusahaan yang memiliki kinerja bagus, mapan, sahamnya akan selalu diminati oleh investor, sehingga saham-saham seperti ini akan mudah naik saat pasar saham pulih dari strong bearish, dan cenderung memiliki pola uptrend dalam jangka panjang. 

Sebagai tambahan, di dalam analisis fundamental, selain mencari perusahaan bagus, memahami harga wajar dan valuasi saham juga sangat penting sebagai dasar keputusan untuk membeli saham di harga yang murah (undervalue) dan wajar. 

Anda bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara mencari perusahaan bagus dan full praktik analisa fundamental untuk investasi disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. 

Perusahaan yang bagus secara fundamental bisa anda pilih berdasarkan kriteria industrinya. Ada saham-saham yang tahan banting terhadap koreksi market. Ada saham-saham growth stock. Ada tipikal value stock dan lain-lain. Anda bisa memilih perusahaan2 bagus berdasarkan tipikal anda. 

MENCARI PERUSAHAAN BAGUS SAAT SAHAM TURUN 

Banyak anggapan analisis fundamental itu 'hanya berguna' saat pasar saham lagi bagus, dan tidak akan terlalu bermanfaat ketika market sedang turun, karena saat pasar saham turun, perusahaan2 bagus pun harganya downtrend.

Anggapan2 seperti ini kurang tepat. Analisis fundamental sangat dibutuhkan dalam semua kondisi market, baik saat market bullish maupun bearish. Jika dalam kondisi market bearish anda bisa memilih perusahaan bagus, maka saat market pulih, anda bisa mendapatkan profit berlipat. 

Kalau anda sudah trading / investasi di tahun 2008 atau 2015, anda pasti merasakan bagaimana perusahana2 bagus yang sahamnya jatuh, harganya bisa naik berlipat saat market sudah pulih kembali. 

Sebaliknya, kalau anda beranggapan bahwa analisis fundamental hanya berlaku untuk market bullish, maka kemungkinan besar anda akan membuang peluang-peluang bagus saat harga saham banyak yang murah. 

Disini: Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham, kita juga sudah mempelajari konsep pergerakan harga saham. Dan saham-saham yang perusahaannya bagus itulah yang memiliki peluang bagus saat market sedang turun. 

Jadi di dalam kondisi bearish period, pilihlah perusahaan yang memiliki fundamental bagus & undervalue. Saham-saham tersebut akan naik cepat saat market sudah pulih dan bahkan menghasilkan return yang jauh lebih maksimal dibandingkan saham2 lapis dua dan lapis tiga.

Kesimpulannya, mencari perusahaan bagus adalah bagian dari analisis fundamental, di mana analisa fundamental harus selalu anda lakukan dalam kondisi market apapun, untuk mencari kesempatan dan peluang emas, sehingga anda bisa memiliki portofolio saham yang berkualitas. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Belajar Saham: Pengertian Saham

Belajar Saham: Pengertian Saham

Saham adalah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Terutama di dunia ekonomi dan pasaer modal, anda pasti sangat sering mendengar istilah SAHAM ini. Tapi apakah itu saham? Apa yang dimaksud dengan saham? Mari kita bahas apa itu pengertian saham dan contoh saham

Pengertian saham adalah tanda bukti kepemilikan perusahaan. Membeli saham sama dengan membeli bagian dari kepemilikan perusahaan. Dalam Bahasa Inggris, saham disebut juga 'stock' atau 'share'.  

Saham yang bisa dibeli oleh masyarakat adalah saham-saham go public, yang sahamnya dapat dimiliki masyarakat. Ada banyak sekali perusahaan2 go public yang terkenal di sekitar kita seperti Bank BCA, Bank BRI dan lain2. 

Jadi kalau anda ingin bisa menjadi 'bagian dari perusahaan', anda bisa membeli sahamnya. Dengan memiliki saham perusahaan, anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham, serta mendapatkan bagian dari keuntungan / laba perusahaan, yaitu dalam bentuk dividen. 

Dengan memiliki saham, anda juga punya hak untuk hadir di dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diadakan perusahaan. 

Zaman dahulu, bukti kepemilikan saham bisa anda lihat secara wujud fisik. Istilahnya adalah scriptfull. Berikut adalah contoh bukti kepemilikan saham scriptfull. 
 
Bukti kepemilikan saham. Sumber gambar: WIKIPEDIA
Tapi untuk anda yang sudah berada di generasi milenial ini, anda akan jarang menjumpai bukti kepemilikan saham dalam bentuk fisik ini. 

Saat ini, bukti kepemilikan saham sudah tidak dalam bentuk wujud fisik (scriptfull), tapi dalam bentuk scriptless. Artinya, bukti kepemilikan saham yang anda miliki, bisa anda lihat pada situs rekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). 

Di masa sekarang, anda yang ingin punya kepemilikan perusahaan (saham), anda bisa membelinya melalui software trading online anda. Syaratnya, anda harus buka rekening efek dulu di kantor sekuritas (bisa datang langsung ke kantornya atau buka rekening online). 

Langkah2 buka akun di kantor sekuritas pernah saya tuliskan cara-caranya disini: Ebook Gratis Panduan Membeli Saham Bagi Pemula. 

Saham di pasar modal bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu saham biasa dan saham preferen. Perbedaan keduanya bisa anda baca disini: Apa Itu Saham Biasa? Apa Itu Saham Preferen? 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham

Analisis Saham: Membaca Pergerakan Saham

Mempelajari pergerakan harga saham sangat penting untuk anda pahami. Sebagai trader jangka pendek maupun investor jangka panjang, pergerakan harga saham dapat menentukan reaksi anda untuk langkah trading / investasi selanjutnya. 

Pergerakan harga saham yang saya maksud di pos ini adalah: Pergerakan IHSG. Yup, kita semua tahu bahwa pergerakan IHSG ini sangat menentukan reaksi pasar, reaksi anda juga. 

Kalau IHSG anjlok, banyak yang panic selling, takut, pesimis. Kalau IHSG sedang bagus, banyak yang optimis, euforia, beli saham lebih banyak. 

Jadi anda harus bisa membaca pergerakan harga saham dan lebih dalam lagi: Memahaminya. Kalau anda tidak memahami pergerakan harga saham (IHSG), anda bisa terbawa reaksi market yang salah (panic selling). 

Di web Saham Gain ini, saya juga sudah sering menuliskan pentingnya memhami IHSG. Termasuk strategi2 menghadapi IHSG, market bearish seperti yang pernah saya update disini: EBOOK NEW EDITION - Strategi Menghadapi Pasar Saham Strong Bearish. 

Pergerakan IHSG bisa dianalogikan dengan "bola basket yang dilempar dari ketinggian tertentu". Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar berikut ini: 

Analogi pergerakan harga saham
Coba anda lempar bola basket katakanlah dari ketinggian 5 meter. Setelah bola jatuh, bola tersebut pasti akan memantul kembali. Analogi kedua, sekarang coba anda lempar bola basket dari tempat yang lebih tinggi, yaitu dari ketinggian 10 meter.

Baik anda melempar bola dari ketinggian 5 maupun 10 meter, bola tersebut pasti akan memantul lagi. Tetapi kekuatan pantulannya akan berbeda. Bola yang dilempar adri ketinggian 10 meter akan memberikan pantulan bola basket yang jauh lebih tinggi dibandingkan bola yang dilempar dari ketinggian 5 meter. 

Untuk memudahkannya, perhatikan dua gambar diatas. Gambar pertama, bola basket dilempar dengan ketinggian rendah. Dan gambar kedua, bola basket dilempar dari tempat yang lebih tinggi. Bola basket yang kedua (dilempar dari ketinggian yang lebih tinggi), akan menghasilkan pantulan yang lebih besar daripada yang pertama. 

Nah, analogi ini sama seperti pergerakan harga saham (IHSG). Semakin dalam IHSG turun, maka ketika IHSG, pasar saham pulih, IHSG akan naik (memantul) semakin tinggi, semakin cepat. 

Sebaliknya, kalau IHSG turunnya hanya sedikit, maka kenaikan atau reboundnya pun tidak akan setinggi saat IHSG turun banyak. 

Apa buktinya? 

Kita sudah beberapa kali menghadapi IHSG turun tajam, bahkan crash market, yaitu pada tahun 1998, 2008 dan 2015 (bukan crash market). Namun ketika market pulih, kenaikan IHSG benar-benar fantastis, banyak saham bagus yang naik puluhan-ratusan persen dalam waktu beberapa bulan. 

Bahkan setelah kejadian2 tersebut, IHSG selalu berhasil membentuk all time high. Contohnya seperti tahun 2015, di mana setelah IHSG turun sekitar 24% selama 6-7 bulan, IHSG dalam 2-3 tahun setelahnya, membentuk all time high diatas 6.500. 

Konsep ini juga berlaku sebaliknya, saat IHSG naik. Kalau IHSG sudah naik sangat tinggi (overvalued), dan IHSG sudah mulai stagnan, saat-saat itulah anda harus mulai waspada dan kurangi beli saham. 

Semakin tinggi IHSG naik, jatuhnya juga semakin tajam. Yup, konsep ini berlaku sama seperti analogi gambar diatas tadi, namun sebaliknya. 

Ini sebenarnya adalah konsep pergerakan harga saham yang sangat dasar, namun banyak yang tidak menyadarinya. Hal ini karena banyak trader saham yang pesimis, bahkan menebar fear di saat-saat IHSG sedang jatuh. 

Trader-trader banyak yang terbawa 'arus' panic dan ketakutan di market. Sehingga, justru ketika peluang datang, trader / investor tidak bisa melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk meraih profit yang sangat besar. 

Jadi dengan memahami konsep pergerakan harga saham ini, diharapkan kita semua bisa melihat peluang-peluang yang ada di market, termasuk menjadi trader yang lebih waspada. Artinya, kita bisa menjadi lebih peka terhadap kondisi pasar saham. 

Tentu saja, untuk membaca market yang berpotensi jatuh, atau market yang sudah overvalued, anda harus menganalisis, baik dengan pendekatan analisa fundamental maupun analisa market. 

Tapi tentu itu semua bisa anda lakukan kalau anda sering praktik trading, menganalisa market, dan belajar saham secar otodidak. Sebagai pemain saham, itu adalah tugas kita. Pelajari juga:  Belajar Saham Analisis Teknikal dan Belajar Saham Analisis Fundamental. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Mencari Saham Bagus Hari Ini

Mencari Saham Bagus Hari Ini

Bagaimana cara mencari saham yang bagus hari ini? Bagaimana cara mencari saham yang bakalan naik di pagi hari? 

Semua trader pasti punya pertanyaan2 ini. Terutama anda pemain saham dengan time frame jangka pendek sampai swing trading, anda perlu mencari saham2 yang bagus untuk ditradingkan dengan rentang jangka pendek. Baca juga: Tips & Strategi Swing Trading Saham. 

Anda yang rajin mencari saham-saham yang punya potensi naik di hari ini, anda perlu memahami beberapa hal, agar strategi mencari saham bagus yang anda lakukan tidak berujung pada nyangkut, atau salah memilih saham. 

Jika anda mau mencari saham bagus maka kunci pertama adalah, anda harus paham dulu bagaimana cara menganalisis saham, dan menginterpretasikan analisa teknikal.  

Dengan kata lain, pahami dulu analisa teknikal. Yap, karena semua keputusan beli dan jual saham harus anda lakukan dengan analisis teknikal. Keuntungan yang bisa anda dapatkan di saham bisa anda raih jika anda memahami strategi2 analisa teknikal tersebut. Baca juga: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal.

Untuk anda yang bisa mempraktikkan langsung strategi analisa teknikal dan praktik2 analisa teknikal simpel dan efektif untuk membaca saham2 yang naik, saya pernah bahas disini: Ebook Saham PDF. 

Kedua, anda juga harus paham bahwa tidak setiap saat market bagus untuk trading. Saya rasa mayoritas trader akan berusaha mencari saham yang bagus hari ini, yang bisa naik setelah dibeli (termasuk saya sendiri). 

Namun ada kalanya market tidak bersahabat untuk trader. Ada kalanya harga saham berjatuhan. Entah karena koreksi besar setelah sahamnya sudah naik gila-gilaan sebelumnya. Atau market-nya drop karena memang lagi banyak sentimen2 yang nggak enak. 

Jadi dalam trading saham, kita tidak bisa menuntut bahwa hari ini juga anda harus dapat saham yang bisa naik. Keputusan dalam trading bukan hanya buy dan sell, namun anda juga harus bisa WAIT AND SEE. 

Artinya, kalau menurut pengamantan anda, hari ini nggak ada saham yang potensi soalnya market lagi nggak mendukung, ya anda nggak perlu memaksakan trading. uga 

Maka dari itu, selain analisa teknikal, permainan psikologis & mindset trading disini juga berperan besar untuk menentukan langkah trading anda. Baca juga: Belajar Analisa Teknikal & Psikologis Trading.

Satu hal lagi, mencari saham bagus hari ini tidak harus dilakukan dengan terus memantau market real time. Anda nggak perlu repot-repot lihat running trade, running order, buyer seller terbesar saham tersebut. 

Mencari saham naik hari, bukan berarti harus melihat top stock, top volume atau saham2 yang banyak diperdagangkan trader di hari sebelumnya. Apalagi kalau anda nggak punya banyak waktu trading, tentu anda tidak akan sempat cek running trade dan lain2. 

Mencari saham bagus cukup anda lakukan dengan basic dan praktik analisa teknikal. Cuma itu saja. Dan inilah yang biasa saya lakukan juga sehari-hari. 

Soal analisa running trade, running order itu sifatnya adalah analisa tambahan untuk trading. Mencari saham yang bagus untuk hari inipun juga bukan berarti anda harus beli dan jual saham di hari yang sama. 

Mencari saham yang bagus untuk hari ini, bisa anda lakukan dengan tujuan untuk hold dalam jangka waktu tertentu. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Analisis Saham BBRI - Teknikal & Fundamental

Analisis Saham BBRI - Teknikal & Fundamental

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merupakan salah satu saham favorit para trader maupun investor saham, sehingga ketika saham BBRI sedang turun, BBRI banyak diincar oleh pelaku pasar. 

Pada saat BBRI sedang turun banyak, sering sekali saya mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan: Pak apakah saham BBRI sudah murah? Apakah BBRI bakalan turun lagi? Kalau turun, kira-kira sampai ke harga berapa?

Untuk menjawab pertanyaan apakah saham akan turun lagi atau tidak, kita akan mencoba analisa dari segi analisis teknikal dan analisis fundamental. 

ANALISIS SAHAM BBRI 

Pertama-tama kita analisis saham BBRI dari chart harga sahamnya. Perhatikan chart BBRI berikut:

Analisis saham BBRI
Pada chart diatas, saham BBRI turun dari harga 4.600 sampai 3.140 hanya dalam kurun waktu 1 bulan kurang. Penurunan ini tentu sangat drastis dan kalau dilihat menggunakan chart 6 bulanan, maka saham BBRI tampak terlihat sudah sangat murah. 

Akan tetapi, kalau kita perpanjang time frame menjadi 3 tahun (lihat chart diatas), sebenarnya masih banyak daerah / area support-supportnya. Pada chart diatas, secara teknikal BBRI masih ada support di harga-harga 2.700, 2.500, 1.900 (Tanda persegi). 

Ini artinya, di harga BBRI 3.140 (harga terakhir di chart), BBRI masih ada kemungkinan untuk turun, terutama kalau kondisi market sedang jelek, saham BBRI akan sangat rentan untuk melanjutkan penurunannya. 

Sedangkan secara fundamental, kita bisa mencoba menganalisa melalui Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Baca juga: Analisis Price Earning Ratio (PER) dan Analisis Price to Book Value (PBV).

PER BBRI saat turun dari 4.600 ke 3.140, ada di kisaran 11-12 kali. Sudah lumayan murah, namun PER BBRI masih belum dibawah 10 kali. Sedangkan PER saham-saham di sektor industri sejenis seperti BBNI dan BMRI, sudah dibawah 10 kali. Anda bisa lihat PER saham-saham big cap perbankan berikut:   

PER saham perbankan
Kemudian kita lihat dari sisi rasio PBV. PBV BBRI adalah sebesar 1,84 kali. Anda bisa lihat data perhitungan PBV BBRI berikut: 

PBV BBRI
PBV BBRI sudah mulai murah, akan tetapi PBV dapat dikatakan benar-benar undervalue, apabila nilainya 1 atau dibawah 1.
Jadi mengacu pada kedua analisis teknikal dan analisis fundamental sederhana diatas, dapat disimpulkan bahwa saham BBRI masih ada potensi turun. Selain itu, anda juga harus mempertimbangkan kondisi pasar saham. Baca juga: Saham Blue Chip yang Murah.
Kalau kondisi pasar saham sedang jelek, bearish, maka analisa-analisa diatas akan semakin mendukung kemungkinan lanjutan turunnya saham BBRI.
Dalam kondisi tersebut (apalagi jika didukung dengan market bearish), ada baiknya anda yang ingin beli saham BBRI, belilah BBRI secara bertahap (akumulasi). Anda bisa menjadi harga support-support 2-3 tahunannya sebagai acuan.
Sedangkan untuk para trader jangka pendek / harian, kalau anda menemukan saham BBRI yang turun tajam, anda bisa memanfaatkannya untuk trading harian saat technical rebound. Pelajari juga: Cara Memilih Saham Bagus untuk Intraday Trading.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham Blue Chip yang Murah

Saham Blue Chip yang Murah

Saham blue chip merupakan saham-saham yang likuid, kapitalisasi pasarnya paling besar di pasar saham, dan perusahaanya punya kinerja keuangan, prospek yang baik. Sehingga, saham-saham blue chip yang harganya sudah murah, selalu diincar oleh trader maupun investor saham.  

Beberapa contoh saham blue chip yang kita kenal antara lain adalah INDF, UNVR, ASII, ICBP, BBRI, BMRI, TLKM, BBCA, BBNI dan lain2. Baca juga: Daftar Saham Blue Chip di Indonesia.  

Jadi, kalau anda ingin memanfaatkan profit di saham blue chip, anda bisa memanfaatkan saham blue chip yang murah untuk ditradingkan maupun investasi (jangka panjang). 

Untuk memilih dan mengetahui saham-saham blue chip yang sudah murah, ada dua analisis yang perlu anda lakukan yaitu: 

1. Saham blue chip yang murah secara teknikal 

Kalau tujuan anda untuk trading saham (jangka pendek), maka anda harus melihat pola-pola saham blue chip yang sudah diskon secara analisa teknikal. Cara-cara memilih saham diskon untuk trading juga sudah kita bahas praktik2nya disini: Full Praktik Menemukan Saham Murah & Diskon. 

Jika anda ingin membeli saham blue chip yang diskon, ada baiknya fokus pada analisis teknikal, karena saham blue chip mudah dianalisa dengan analisis teknikal, dan saham2 blue chip memiliki pola2 teknikal yang bagus dibandingkan saham2 lapis dua atau bahkan saham lapis tiga (saham gorengan). 

2. Saham blue chip yang murah secara fundamental 

Jika tujuan anda adalah investasi saham jangka panjang, maka anda harus menganalisa fundamental saham tersebut. Pilihlah saham2 blue chip yang paling bagus secara kinerja dan sektor. 

Dan yang terpenting, perhatikan VALUASI SAHAM dan HARGA WAJARNYA. Karena konteksnya disini adalah: Mencari saham blue chip YANG MURAH. Hal ini bisa anda ketahui melalui valuasinya saat itu, untuk melihat apakah saham sudah diskon atau masih mahal (overvalued). 

Untuk mengetahui saham-saham yang murah secara fundamental, kita juga sudah membahasnya disini: Analisis Fundamental Saham untuk Investasi. Anda bisa pelajari dan praktikkan.  

ANALISA LAIN YANG PENTING

Ada hal lain lagi yang perlu anda pertimbangkan ketika ingin memilih saham blue chip yang murah, entah untuk trading maupun investasi yaitu: Mempertimbangkan kondisi pasar saham.

Pasar saham yang sedang jatuh misalnya, maka mayoritas harga saham akan mengalami penurunan tajam, apalagi saham blue chip. Saham2 blue chip memiliki pergerakan yang searah dengan IHSG. Kalau IHSG turun, kondisi ekonomi kurang bagus, investor akan menjual saham terutama saham2 big caps (blue chip). 

Jadi selain analisis teknikal dan fundamental, untuk melihat saham blue chip yang sudah murah atau belum, anda juga harus meng-kombinasikannya dengan analisis market. 

Perhatikan apakah kondisi market saat itu sedang kondusif atau masih berpotensi turun, masih banyak sentimen negatif, pasar saham luar negeri masih bearish, maka anda juga harus pertimbangkan untuk lebih banyak wait and see. Jangan gegabah membeli saham blue chip walaupun terlihat sudah murah. Pelajari juga: Strategi Menghadapi Kondisi Market Strong Bearish. 

Kombinasi analisis teknikal, fundamental dan analisa market ini pada akhirnya akan membuat anda mampu menyeleksi saham-saham blue chip yang sudah murah plus bonusnya, anda bisa mengambil keputusan yang baik untuk membeli saham blue chip di momen yang lebih tepat.

Jadi dalam memilih saham blue chip, anda harus menggunakan analisa-analisa yang realistis yaitu kombinasi tiga analisa yang sudah kita bahas diatas. 

Dalam membeli saham blue chip, jangan hanya melihat brand perusahaannya. Jangan hanya beli saham karena perusahaannya terkenal, karena banyak diincar. Label sebagai saham blue chip sama sekali bukan jaminan anda pasti profit. 

Untuk menghasilkan profit, anda harus menganalisis saham dengan cara yang tepat. Yup, analisis-analisis yang saya paparkan ini bukan hanya berguna untuk melihat saham blue chip yang murah, tetapi juga untuk menganalisa saham2 yang lain (non blue chip).


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.