Memilih Saham Likuid dan Murah

Memilih Saham Likuid dan Murah

Memilih saham yang murah bisa dilakukan dengan dua analisis, yaitu melalui analisis fundamental dan analisis teknikal. Cara memilih saham murah dengan analisis fundamental sudah pernah kita bahas bersama disini: Belajar Analisis Fundamental Saham. 

Kalau anda ingin memilih saham yang murah dan LIKUID, maka anda harus menganalisisnya dengan analisis teknikal, karena kombinasi analisis teknikal dapat digunakan untuk mengetahui saham2 mana yang murah dan juga likuid dalam jangka pendek. 

Di satu sisi, memilih saham murah dengan analisis teknikal, terkadang juga harus kita kombinasikan dengan analisis market (IHSG). 

Salah satu saham likuid dan murah yang sering saya jumpai di pasar saham adalah saham-saham yang banyak peminatnya (bid-offer tebal), ada fluktuatif harga yang wajar (naik turunnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan profit), saham-saham tersebut sering anda tradingkan, namun harganya sedang jatuh saat itu. 

Pelajari juga analisis-analisis untuk melihat saham-saham diskon & murah secara teknikal  yang siap untuk rebound / naik disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Salah satu contoh yang ingin saya paparkan di pos ini adalah saham PWON, di mana saham ini biasanya harganya berkisar antara 600-700, namun karena market sedang strong bearish (saat wabah Virus Corona), saham PWON turun terus sampai dibawah 400 per saham. Anda bisa perhatikan chart PWON berikut: 

Saham PWON
Jarang-jarang saham PWON ini bisa turun under 400 (chart diatas harga terendah adalah 384). Rasanya saham PWON ini seperti balik lagi ke harga tahun 2014 dan awal 2015 saat saya demen-demennya trading di PWON.

Tentu harga-harga segini adalah harga yang sangat diskon. Dengan catatan, saham tersebut adalah saham yang likuid (kalau bisa fundamentalnya juga bagus), dan turunnya saham bukan karena kinerjanya jelek atau perusahaan terkena kasus, maka saham tersebut bisa dikatakan sebagai saham yang sedang murah.

 "Apakah saham yang murah tersebut sudah bisa ditradingkan Pak Heze? Apakah sudah berpotensi untuk naik?" Tanya anda. 

Untuk menjawab pertanyaan ini, anda juga harus melihat analisis teknikal dan kondisi market. Hal ini juga sudah kita bahas disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah, tentang cara membeli saham yang sudah murah yang berpotensi untuk naik jangka pendek. 

Dalam kondisi market yang sedang koreksi normal, mungkin akan lebih mudah bagi anda untuk membeli suatu saham yang sedang turun. 

Namun kalau marketnya sedang strong bearish, tentu ada baiknya anda tidak terburu masuk ke pasar saham, termasuk di saham2 yang sedang turun. Baca juga: Cara Membaca Market yang Bearish dan Strong Bearish. 

Tetapi kalau anda menemukan saham-saham yang kurang lebih seperti saya sebutkan diatas tadi, anda bisa masukkan saham tersebut kedalam watchlist saham, untuk anda tradingkan jangka pendek ketika pasar saham sudah pulih, atau dengan memanfaatkan momen technical rebound

Kalau anda menemukan saham yang murah dan likuid, saham-saham tersebut bisa anda prioritaskan untuk trading. Hal ini bisa menjadi solusi untuk anda yang sedang melakukan screening atau ingin memasukkan saham2 tertentu untuk ditradingkan jangka pendek. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Pengalaman Trading: Belajar Saham yang Benar

Pengalaman Trading: Belajar Saham yang Benar

Pada saat pasar saham sedang naik (bullish), banyak trader saham yang semangat, euforia, optimis, dan ingin terus mempelajari pasar saham supaya bisa memaksimalkan profit. 

Namun jika yang terjadi sebaliknya, di mana pasar saham sedang lesu, saham-saham berjatuhan, indeks saham luar negeri jatuh, banyak trader saham yang mulai pesimis, tidak mau belajar saham, malas melihat market.   

Oke, nggak ada salahnya kalau saat market turun anda "tutup laptop" sementara, karena saat itu nggak ada saham bagus untuk ditradingkan. 

Bayangkan kalau IHSG lagi jatuh, dan sehari bisa turun sampai 3% lebih. Saya rasa, saya pun juga nggak akan beli saham pada saat-saat seperti itu. Strategi "tutup laptop" saat market sedang jatuh, atau harga saham turun sebenarnya juga merupakan cara untuk refreshing. 

Daripada kita stress melihat saham2 pada turun, mendingan kita lupakan sejenak pasar saham dan lakukan aktivitas yang lain. 

[Anda bisa pelajari juga strategi dan seni trading supaya anda mampu menghadapi kondisi pasar saham yang sedang jatuh, agar anda bisa meminimalkan risiko kerugian dan mengembangkan modal dalam jangka panjang disini: Strategi Trading Saat Pasar Saham Strong Bearish.]  

Tapi bukan berarti kita hanya mau belajar saham, memperdalam analisis untuk trading & investasi hanya ketika pasar saham lagi bagus, ketika banyak trader euforia, ketika banyak sentimen positif. 

Pada saat harga saham sedang turun, entah turun karena koreksi, ataupun karena ekonomi sedang lesu, saya sering sekali mendengar kalimat-kalimat seperti berikut: 

"Percuma belajar saham. Harga saham turun terus".

"Analisis teknikal sama fundamental tidak akan berguna kalau pasar saham masih turun." 

"Nggak ada gunanya analisis teknikal dan fundamental, masih kalah sama bandar".

"Naik turunnya saham tergantung bandar. Percuma mempelajari analisis saham, kalau bandar mau naikkan saham ya pasti naik. Kalau mau turunin saham, trader ritel nggak akan bisa apa-apa" 

Namun ketika harga saham lagi naik-naiknya, mulai banyak trader yang optimis. Nah, kalau anda memiliki mindset seperti ini, ujung-ujungnya anda hanya akan siap menghadapi market bullish, tetapi tidak siap saat harus berhadapan dengan market yang turun secara tiba-tiba.

Belajar saham yang benar bukan cuma dilakukan ketika pasar saham lagi bagus. Dalam keadaan apapun, sebenarnya selalu ada hal-hal yang bisa anda pelajari dari pasar saham, di mana ilmu tersebut bisa anda gunakan di kemudian hari.

Pada saat pasar saham naik, anda bisa belajar untuk memaksimalkan profit, mengontrol euforia, belajar menetapkan target profit, belajar menyeleksi saham-saham yang bagus untuk dibeli. 

Pada saat pasar saham koreksi (turun) normal, anda bisa belajar untuk memilih dan screening saham-saham mana saja yang sudah diskon yang punya potensi rebound. Pelajari juga: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Pada saat pasar saham lesu, anda bisa belajar untuk membaca kondisi market, membaca pertanda market yang akan turun, mempelajari saham-saham apa yang sudah undervalue atau yang murah secara teknikal, mempelajari siklus market dan manajemen modal untuk "curi start" di harga bawah. 

Dengan demikian, anda bisa bertahan dalam kondisi market apapun, baik saat bullish maupun bearish. Belajar saham yang benar ini adalah kunci anda untuk mendapatkan PROFIT KONSISTEN di saham. 

Hal ini sudah saya alami secara pribadi. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya ingin sharing pada anda semua, agar setiap trader mau melakukan proses pembelajaran di pasar saham, dan bukan hanya bersedia belajar / optimis saat market lagi bagus saja. 

Kesimpulannya, belajar saham yang benar dilakukan dengan cara: Mau mempelajari setiap kondisi pasar saham, dan bersedia untuk tetap menganalisis, baik kondisi market naik maupun turun. 

Di setiap momen yang terjadi di pasar saham, selalu ada pembelajaran yang bisa diambil dan praktikkan untuk keputusan trading anda. 

Satu hal lagi, saya ingin tekankan bahwa belajar saham bukan berarti anda harus membeli saham. Dalam kondisi market turun, bukan berarti anda harus beli saham. 

Wait and see, menganalisis, screening tanpa memutuskan untuk beli saham juga merupakan bagian dari belajar saham. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Trading Saham Lewat Aplikasi Android / Smartphone

Trading Saham Lewat Aplikasi Android / Smartphone

Beberapa waktu lalu ada rekan trader yang mengajukan pertanyaan ke saya melalui email. Pertanyaannya cukup bagus: 

"Bung Heze, saya pingin trading saham, tapi tidak punya banyak waktu untuk memantau market, soalnya saya termasuk pekerja kantoran yang sering jalan dinas. Apakah bisa saya trading dan pantau market lewat smparthone saja? Apakah aplikasi trading lewat smartphone sama bagusnya dengan aplikasi trading di PC?"

Anda para pembaca setia web Saham Gain ini, mungkin juga punya pertanyaan yang serupa. Maka dari itu, saya akan membahasnya di pos ini. Sebelum saya bercerita lebih banyak tentang trading saham lewat aplikasi android / smartphone, saya mau cerita dikit tentang aplikasi trading yang saya pakai. 

Saya pribadi nyaris tidak pernah pakai / instal aplikasi trading lewat smartphone. Karena setelah saya coba pakai aplikasi trading di smarthpone, saya kurang cocok dengan tampilannya (terlalu kecil / sempit). 

Jadi trading dan analisa saham yang saya jalankan sehari-hari, saya full menggunakan PC. Atau minimal laptop. Bukan karena aplikasi trading smartphone jelek. 

Tapi karena saya memang lebih fokus pada aktivitas trading, dan trading saya jadikan penghasilan utama. Maka, saya butuh fasilitas trading yang benar2 bisa mendukung untuk analisa saham, sehingga pengambilan keputusan trading saya juga lebih akurat. 

Nah, kalau anda berkunjung ke kantor-kantor sekuritas, anda bisa perhatikan layar monitor yang dipakai para broker untuk memantau market. Broker pasti menggunakan PC (tidak ada yang pakai aplikasi trading smartphone di ruangan kerjanya). Bahkan broker saham menggunakan 2-4 layar monitor. 

Hal ini karena broker saham memang butuh aktivitas dan fasilitas yang lebih untuk melakukan analisa saham, dan memberi masukan pada nasabah.  

Itulah alasan mengapa orang-orang yang benar2 fokus pada bidang trading saham (saya salah satunya), butuh fasilitas untuk analisa saham yang lebih lengkap. 

Kalau analisa saham hanya dilakukan dengan smartphone yang tampilannya terbatas, maka hal ini juga mempengaruhi analisa-analisa yang saya lakukan. 

Yang jadi persoalan selanjutnya, tidak semua orang punya aktivitas yang sama. Ada orang yang ingin trading, tapi tidak punya banyak waktu. Ada orang yang punya niat trading, tapi punya pekerjaan dinas.

Dengan kata lain, banyak trader yang melakukan aktivitas trading tapi mereka tidak fokus 100% karena kesibukan anda masing-masing yang tidak bisa anda tinggalkan. 

Jadi anda yang punya pekerjaan utama selain trading, maka cara alternatif agar anda tetap bisa trading, bisa pantau market walaupun anda nggak berada di depan layar komputer, ya alternatifnya anda bisa trading melalui smartphone. 

Nggak ada salahnya juga anda pantau market melalui smarthphone. Tetapi saran saya, trading dan pantau market melalui smartphone ada baiknya anda lakukan khusus anda yang tidak punya waktu banyak berada di depan layar komputer atau untuk anda yang sering bepergian.  

Sedangkan untuk anda yang punya waktu luang lebih untuk memantau market lewat PC / laptop, saya sangat merekomendasikan pada anda, agar anda lebih fokus menganalisis saham lewat PC anda. 

Mengapa? Karena alasan2 yang saya sebutkan itu tadi. Bahwa analisis saham akan lebih fokus, melihat chart akan lebih komplit jika anda lakukan lewat PC / laptop. Biar bagaimanapun tampilan chart maupun live trade di PC lebih leluasa bagi anda untuk melakukan analisa2 trading, dan membandingkan chart2 dan bid-offer antar saham. Hal ini lebih sulit dilakukan dengan smartphone.

Dengan menjamurnya teknologi dan kemudahan akses internet melalui smartphone, maka sekuritas saham tentu juga berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan trading saham melalui aplikasi yang bisa anda instal melalui smartphone tersebut.

Tetapi tujuan sekuritas membuat aplikasi trading lewat smartphone ini sebenarnya ditujukan untuk anda-anda yang punya mobilitas tinggi. 

Masih banyak trader yang mau fokus melakukan analisa saham lewat smartphone (karena analisa saham di HP kelihatan lebih keren), padahal sebenarnya trader punya waktu lebih banyak untuk analisa saham lewat laptop / PC. 

Jadi kalau anda mau lebih fokus pada analisa saham, ada baiknya anda juga menggunakan fasilitas trading yang lebih lengkap untuk menunjang aktivitas trading anda, dalam hal ini, salah satunya penggunaan hardware untuk trading.  

Apalagi kalau anda mau jadi full time trader, maka perangkat untuk trading, perlu anda perhatikan dengan baik. Namun untuk anda yang masih belum bisa fokus untuk trading saham, maka tidak masalah anda menggunakan aplikasi trading melalui smartphone.

So, tentukan tujuan anda trading. Dengan demikian anda bisa memutuskan apakah anda akan trading menggunakan PC / laptop atau smartphone.  


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Pergerakan IHSG Menjelang Pemilu

Pergerakan IHSG Menjelang Pemilu

Pemilihan Umum (pemilu) presiden dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Di dalam pasar saham ini, momentu pemilu termasuk di dalam momen musiman, sehingga adanya pemilu ini sangat berdampak pada pergerakan pasar saham kita. 

Terkait pergerakan saham menjelang pemilu, saya pribadi sering sekali mendapatkan pertanyaan dari rekan-rekan trader maupun investor. Biasanya pertanyaan2 yang sering saya terima intinya tentang: 

Bagaimana kira2 pergerakan IHSG menjelang pemilu? 
Saham2 apa yang bagus menjelang pemilu? 
Apakah menjelang pemilu waktu yang tepat untuk beli saham, atau wait and see dulu? 

Dari tiap-tiap masa pemilu presiden, pergerakan IHSG akan cenderung variatif. Pergerakan IHSG menjelang pemilu ini juga perlu anda perhatikan. Jangan sampai anda gegabah dalam membeli saham.  

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa skenario yang seringkali terjadi pada IHSG saat menjelang pemilu presiden, yaitu sebagai berikut:  

1. ISHG akan bergerak sideways, tidak banyak pergerakan 

Menjelang pemilu, biasanya IHSG cenderung bergerak sideways, dan tidak terlalu banyak fluktuatif. Hal ini dikarenakan mayoritas pelaku pasar masih wait and see untuk menunggu keputusan pemilu. 

Di tahun politik, umumnya pelaku pasar tidak akan banyak melakukan spekulasi dengan membeli saham dalam jumlah besar, namun pelaku pasar masih melihat perkembangan2 selanjutnya mengenai pemilu ini, sehingga market akan cenderung lebih sideways. 

Memang dalam kondisi seperti ini, banyak trader yang bingung harus trading atau tidak, karena umumnya banyak saham yang masih belum naik dalam waktu dekat. 

Kondisi ini berbeda ketika market lagi normal2 saja (nggak ada banyak sentimen), saham yang sudah turun akan lebih mudah untuk naik. 

2. IHSG cenderung / lebih rawan koreksi 

Di masa-masa pilpres, IHSG biasanya jauh lebih rentan koreksi, karena sentimen2 pilpres ini bisa membuat pelaku pasar panic selling dalam jangka pendek. 

Anda bisa perhatikan 1-2 bulan menjelang pilpres, biasanya IHSG akan cenderung lebih banyak sideways, yang disertai kecenderungan koreksi. Apalagi jika sebelumnya IHSG sudah bergerak uptrend, maka ditambah adanya pilpres, tidak ada alasan lagi bagi pelaku pasar untuk profit taking dulu. 

3. IHSG uptrend (pasca pemilu) 

Setelah pemilu selesai, umumnya IHSG baru akan menentukan arah pergerakan yang baru. Biasanya di masa-masa inilah IHSG bisa mulai uptrend lagi setelah mengalami masa2 koreksi / sideways. 

Selain karena tahun politik sudah selesai, IHSG sebelumnya sudah turun / sideways, sehingga pelaku pasar kembali masuk / investasi dengan modal besar pada saham2 yang harganya sudah murah. Baca juga: Saham yang Bagus Menjelang Tahun Pemilu. 

Jadi biasanya menjelang pemilu ini, IHSG umumnya akan lebih sulit untuk uptrend. Menjelang pemilu, anda harus lebih selektif dalam memilih saham. Saya pernah tulis artikelnya disini: Strategi Beli Saham Saat IHSG Jatuh. 

Namun pergerakan IHSG menjelang pemilu ini bisa menjadi keuntungan untuk anda yang trading dengan time frame lebih panjang (misalnya positioning trading). Anda bisa membeli bertahap saham2 yang lagi turun, dan tunggu saja saham2 anda naik setelah pemilu.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Memilih Saham yang Baik

Memilih Saham yang Baik

Target untuk mendapatkan profit melalui beli jual saham membuat para trader mencari cara untuk bisa mengetahui saham-saham apa saja yang menghasilkan profit sesuai harapan trading. 

Akan tetapi, di dalam trading kita hendaknya tidak hanya mencari saham-saham "yang penting profit" tanpa mengetahui kenapa saham tersebut bagus dan layak untuk dibeli. 

Kalau anda melakukan hal tersebut, ujung-ujungnya hal ini hanya akan mengarah ke gambling / judi. Anda mungkin bisa mendapatkan profit besar di waktu tertentu karena beruntung, namun di kesempatan2 trading lainnya, anda bisa berpotensi rugi besar, jika anda tidak memahami seni memilih saham yang baik 
Memilih saham yang baik bukan hanya dilakukan dengan beli jual saham setiap saat atau menggunakan prinsip 'yang penting untung'. Anda harus mengutamakan KUALITAS TRADING. 
Kondisi pasar saham kita ada saatnya naik dan disitulah anda lebih mudah memilih saham-saham yang potensial. Namun sebaliknya, ada juga kondisi di mana pasar saham sedang lesu, banyak saham yang turun drastis selama beberapa bulan. 

Di saat-saat seperti itu tentu akan lebih sulit memilih saham yang potensial, dibandingkan saat market sedang bullish. Nah, disinilah anda harus 

Untuk memilih saham yang baik, anda harus pahami tujuan anda. Kalau tujuan anda untuk trading saham jangka pendek, maka pilihlah saham-saham yang menguntungkan secara analisa teknikal. 

Jika tujuan anda adalah untuk investasi saham jangka panjang, maka pilihlah saham-saham yang fundamentalnya bagus. Sehingga, anda bisa fokus untuk memilih saham sesuai dengan analisis-analisis yang benar. Pelajari juga praktik2 memilih saham untuk trading & investasi (analisis fundamental) disini: 

Ebook Analisis Teknikal Saham 
Ebook Panduan Memilih Saham Bagus
Ebook Analisis Fundamental Saham

Kedua, anda harus memiliki seni menghadapi pasar saham. Seperti yang sudah kita bahas, bahwa pasar saham tidak selalu bersahabat untuk trader. Saat pasar saham sedang bagus, memilih saham akan cenderung lebih mudah. Demikian juga sebaliknya. 

Anda harus menjadi trader yang fleksibel dan menyesuaikan strategi trading ketika market sedang bullish maupun strong bearish. Kalau market masih jelek, jangan terburu membeli saham, walaupun mungkin sahamnya adalah saham blue chip, saham LQ45. Karena pasar saham yang sedang strong bearish, kemungkinan besar mayoritas saham masih akan cenderung turun. 

Anda bisa pelajari bagaiaman strategi trading dan seni menghadapi pasar saham saat strong bearish disini: Ebook Saham New Edition: Strategi Trading Saat IHSG Bearish. 

Jika anda memiliki seni menghadapi pasar saham, maka anda pasti bisa meminimalkan kerugian di saham, sehingga portofolio saham anda akan berkembang dalam jangka panjang. 

Berikut beberapa rekan-rekan yang berhasil menerapkan strategi trading, memilih saham dengan menyesuaikan kondisi market dan analisis (melalui update: Ebook Saham New Edition: Strategi Trading Saat IHSG Bearish yang sudah kita bahas)

Terima kasih update bukunya Pak Heze. Ini sangat membantu mennetukan keputusan masuk pasar saat IHSG turun banyak

Terima kasih Pak Heze untuk materi updatenya, sangat membantu terutama ketika menghadapi kondisi "strong bearish" sebagaimana saat ini dan kemungkinan besar akan bertemu lagi di lain waktu dengan faktor pemicu lain.

Jadi di pos ini, dapat kita simpulkan bersama, bahwa untuk memilih saham yang baik, anda harus mempertimbangkan hal-hal berikut: 

1. Tentukan tujuan anda, apakah anda ingin trading atau investasi. Pelajari analisa-analisa saham sesuai dengan tujuan anda (Analisis teknikal dan analisis fundamental). 

2. Pahami cara dan seni menghadapi pasar saham. Memilih saham yang baik bukan berarti harus trading setiap saat, namun memahami kondisi pasar juga bagian dari seni memilih saham.

3. Anda tidak perlu memiliki puluhan saham di portofolio. Pilihlah beberapa saham yang layak dibeli sesuai dengan karakter trading / investasi anda. 

4. Jangan menerapkan prinsip "yang penting profit". Pahami kenapa anda membeli saham, dan mengapa saham tersebut menurut anda layak dibeli (baik secara teknikal dan atau fundamental).


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Mengenal Cuan Saham dalam Trading

Mengenal Cuan Saham dalam Trading

Dalam dunia saham, kita sering sekali mengenal istilah CUAN. Di forum-forum saham, grup saham, maupun pembicaraan para trader, istilah cuan ini seringkali digunakan. Misalnya, anda pasti sering mendengar: 

  • Barusan jual saham PTBA. Dapat cuan 3%. Lumayan.
  • Tadi dapat cuan di saham TLKM
  • Belum bisa cuan hari ini. Market masih turun 

Namun tidak semua trader mengetahui apa itu cuan. Oleh karena itu, kita akan bahas di pos ini.  Cuan sebenarnya adalah istilah yang seringkali digunakan oleh para pedagang Tiongkok. Namun, pada akhirnya istilah cuan ini juga sering digunakan dalam trading saham. 

Cuan adalah profit / keuntungan yang anda peroleh dari trading ataupun investasi saham. Jadi kalau anda beli saham, katakanlah saham UNVR, kemudian anda berhasil menjual saham UNVR di harga lebih tinggi, maka anda mendapatkan profit alias cuan. 

Ketika anda berhasil menjual saham UNVR di harga lebih tinggi, anda dapat dikatakan dapat 'cuan dari saham UNVR'. Sampai disini, anda sudah mengerti apa itu cuan dalam dunai saham. Cuan / profit di saham bisa diperoleh dengan dua cara, yaitu sebagai berikut: 

1. Capital gain 

Capital gain adalah selisih harga jual - harga beli saham. Apabila anda berhasil menjual saham di harga yang lebih tinggi dibandingkan harga beli, maka dari situlah anda mendapatkan cuan alias profit. 

Untuk menghitung berapa besarnya cuan yang anda dapatkan dalam trading, anda harus menghitung selisih harga jual - harga beli dengan fee beli jual saham. Pelajari cara menghitung fee beli jual disini: Fee Jual Beli Saham dan Cara Menghitungnya. 

Nah, untuk mendapatkan cuan dari saham dari capital gain, anda harus bisa memilih dan membeli saham-saham yang bagus, yang punya potensi naik. Terutama untuk trader saham yang ingin meraih cuan jangka pendek, pilihlah saham2 yang berpotensi naik. 

Gunakan analisa-analisa teknikal yang simpel dan mudah dipraktikkan dalam mencari saham bagus, momentum, analisis market. Di web Saham Gain ini, anda juga bisa mendapatkan praktik  maupun strategi-strategi full analisis teknikal untuk mencari saham bagus. Anda bisa dapatkan disini: 

Ebook Saham Pemula - Expert (427 halaman)
Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus (365 halaman)

2. Dividen 

Cuan dari saham juga bisa anda peroleh melalui dividen. Dividen merupakan pembagian laba kepada pemegang saham. Jadi kalau anda memiliki saham, dan emiten membagikan dividen, maka anda bisa mendapatkan cuan dari dividen yang dibagikan perusahaan. 

Kalau anda belum tahu tentang dividen dan tata cara mendapatkan dividen, anda bisa baca dan pelajari kembali pos saya disini: Apa itu Dividen? dan Arti & Ilustrasi Pembagian Dividen. 

Dividen memang hanya dibagikan sekali dalam setahun. Namun anda sebenarnya bisa mendapatkan dividen tanpa harus menunggu waktu setahun. Ketika perusahaan mengumumkan pembagian dividen, anda bisa mendapatkannya hanya dalam 1 hari, asalkan anda memahami cara mendapatkan dividen (perhatikan tanggal cum date dan ex date). Baca juga: Arti & Ilustrasi Pembagian Dividen. 

Itulah pengertian cuan dalam trading maupun investasi saham. Semoga bisa menambah wawasan kita semua tentang istilah-istilah umum yang sering muncul di dunia saham. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Strategi Beli Saham Saat IHSG Jatuh

Strategi Beli Saham Saat IHSG Jatuh

Pada saat IHSG lagi bullish, mungkin akan jauh lebih mudah bagi anda untuk mendapatkan saham2 yang naik. Saat IHSG bullish, harus saya akui peluang trader untuk mendapatkan profit lebih mudah ketimbang saat IHSG jatuh / turun. 

Tetapi yang namanya pasar saham, pasti akan ada masa di mana IHSG bullish, dan sebaliknya ada masa di mana IHSG akan bearish / turun. Nah, kalau kondisi IHSG lagi turun, maka apa yang akan anda lakukan? 

Apakah anda tetap beli saham? Atau anda cuman wait and see saja? Atau anda malah hopeless saat lihat IHSG turun mulu nggak pernah rebound dengan meyakinkan? 

Posisi IHSG yang cukup membingungkan untuk trading biasanya terjadi ketika periode2 tertentu IHSG mengalami penurunan terus (secara mayoritas). Jadi IHSG ini jauh lebih banyak turunnya daripada naiknya. Kalaupun naik, naiknya juga tidak signifikan, sehingga dalam kondisi IHSG naik, tetap banyak saham yang turun / sideways. 

Hal ini biasanya terjadi karena: Lagi tidak banyak sentimen positif. Kedua, pelaku pasar wait and see atas kebijakan2 tertentu yang menyangkut fundamental negara. Sehingga atas dasar2 inilah IHSG bakalan diturunin dulu (pelaku pasar banyak yang keluar dari market), atau IHSG ya sideways di situ-situ aja. 

Dalam kondisi seperti ini, maka otomatis mayoritas saham pergerakannya juga jadi tidak terlalu menarik untuk ditradingkan. Mungkin ada beberapa saham yang secara  valuasi sudah murah, tapi karena IHSG masih lesu, maka anda butuh waktu yang lebih lama agar saham2 tersebut naik kencang. 

Nah, pertanyaannya: Kalau dalam kondisi IHSG seperti itu, strategi trading apa yang bagus untuk diterapkan? 

Anda yang sering berkunjung ke web Saham Gain ini, saya pernah menuliskan strategi BELI SAHAM BERTAHAP kalau anda melihat kondisi market yang lagi bearish ini.

Karena dalam kondisi market yang bearish, anda dan saya tidak akan tahu sampai kapan market turun. Tapi di satu sisi, sangat mungkin sewaktu-waktu (jangka pendek), saham2 yang anda incar mengalami technical rebound yang bagus. 

Jadi strategi yang aman kalau anda mau trading saat IHSG lagi turun ya dengan cara beli saham secara bertahap ini tadi. Kenapa saya katakan cenderung aman? Karena kalau IHSG ternyata besok turun lagi, anda masih punya 'amunisi' (baca: modal) yang cukup untuk beli saham lagi. 

Namun kalau ternyata saham anda sudah keburu naik cepat besoknya, anda juga tidak ketinggalan kereta, karena anda sudah beli sahamnya, walaupun mungkin anda belinya belum 'full power'. 

Strategi beli saham bertahap saat IHSG masih kurang meyakinkan ini ada baiknya anda lakukan hanya pada saham2 yang pergerakannya bagus, atau pada saham2 yang memang sudah anda masukkan di stock pick. 

Bagaimana cara memilih stocj pick saham untuk trading? Anda bisa dapatkan strategi2 lengkap memilih saham bagus disini: Panduan Simpel & Efektif Memilih Saham Bagus.   

Strategi kedua, kalau market masih bearish, anda (khusus trader) bisa mempertimbangkan untuk trading jangka pendek. Dalam hal ini anda bisa mencoba strategi intraday trading. Mengapa? 

Karena dalam kondisi market / IHSG yang masih belum meyakinkan, mayoritas saham biasanya hanya akan mengalami technical rebound jangka pendek, kemudian kalau ada sentimen2 negatif lagi, IHSG bakal turun. 

Dengan kata lain, kondisi IHSG yang belum meyakinkan ini sangat sedikit saham yang naiknya bisa bertahan lebih lama / panjang. Jadi, strategi trading yang bisa anda terapkan adalah MEMANFAATKAN MOMENTUM dari trading jangka pendek ini.

Kecuali kalau anda investor, anda cuek saja sama fluktuatif IHSG ini, karena orientasi anda untuk jangka panjang. Cara memilih saham untuk trading jangka pendek bisa anda baca disini: Strategi Memilih Saham untuk Intraday Trading. 

Opsi ketiga, anda nggak beli saham apapun alias wait and see saja. Kalau anda masih belum yakin dengan kondisi market saat ini, ya tidak ada salahnya juga anda melakukan strategi WAIT AND SEE alias nggak beli saham sama sekali, nggak terburu-buru masuk market. 

Kalau menurut pengamatan anda masih banyak saham yang bakal sulit dalam jangka pendek, anda bisa memilih untuk wait and see. Lebih baik anda tidak memegang saham tapi punya banyak cash, daripada anda buru-buru beli saham terlalu banyak tapi nyangkut. 

Perlu anda ketahui, di tengah kondisi IHSG yang cenderung koreksi, akan ada banyak trader yang pamer cuan, yang meng-klaim bisa dapat profit besar meskipun IHSG turun (meskipun kita tidak tahu apakah trader2 yang pamer profit ini benar2 untung 100% tanpa nyangkut). 

Maka, kalau anda memutuskan nggak beli saham saat IHSG turun, anda harus punya PENDIRIAN YANG KUAT. Jangan tergoda untuk beli saham ini itu kalau anda sendiri belum yakin. 

Nah, sebenarnya banyak trader yang awalnya tidak yakin dengan kondisi IHSG, tapi karena trader terpengaruh melihat trader2 lain yang klaim bisa untung besar saat market turun, trader buru-buru mau beli saham, akhirnya trader membeli banyak saham, dan akhirnya sahamnya banyak yang nyangkut.  

Jadi kesimpulannya, strategi beli saham saat IHSG masih jatuh / lagi sulit naik ada tiga (untuk trader): Anda beli bertahap, trading jangka pendek atau nggak beli sama sekali. 

Semua keputusan ini bisa menghasilkan output yang tepat, dengan syarat anda harus melakukan analisa lebih lanjut tentang kondisi IHSG dan saham2 pilihan anda. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.