Keuntungan Saham yang Bisa Anda Dapatkan

Keuntungan Saham yang Bisa Anda Dapatkan

Berapakah modal yang anda butuhkan untuk mendapatkan target profit yang anda harapkan? 

Banyak trader saham yang mentargetkan untuk mendapatkan profit yang diharapkan dalam satu bulan. Saya sering mendapat pertanyaan dari para trader: 

"Pak berapa modal yang harus saya tradingkan kalau ingin dapat untung kurang lebih Rp5 juta perbulan?"

"Kalau modal saya Rp50 juta, apakah bisa dapat untung Rp3 juta per bulan?"

Jujur saja, tidak ada jawaban baku dari pertanyaan diatas. Masalahnya, seberapa besar keuntungan yang anda dapatkan itu sangat tergantung dari dua hal: 

1. Pengalaman trading

Trader yang punya pengalaman trading lebih banyak, keumungkinan besar bisa menghasilkan profit kurang lebih Rp5 juta per bulan dari trading saham dengan modal Rp100 juta. 

Tapi kalau anda masih trader pemula, dan anda memaksakan trading dengan modal Rp100 juta, dengan harapan dapat untung Rp5 juta juga per bulan, maka risikonya akan sangat sangat besar. 

Jadi yang paling penting adalah pelajari ilmu-ilmu trading terutama analisa teknikal. Semakin anda mampu mempraktikkan analisa teknikal (bertambahnya pengalaman trading / level trading anda naik), maka profit akan lebih mudah diraih. 

Pelajari juga: Ebook Analisis Teknikal Saham Full Praktik. 

2. Kondisi pasar saham saat itu 

Ada saat-saat di mana pasar saham sangat bersahabat, banyak saham naik. Saat-saat itulah anda mungkin bisa mendapatkan profit seperti yang anda targetkan. Mungkin ketika kondisi market bagus, dengan modal Rp50 juta, anda bisa mendapatkan target profit sesuai harapan.  

Namun pasar saham tidak selalu berada dalam kondisi yang baik. Kita juga sering menghadapi kondisi market yang amburadul, saham2 turun terus, sehingga dengan kondisi seperti itu, dengan modal yang sama kemungkinan besar target profit anda bisa meleset dari harapan. 

Celakanya, kalau trader tidak punya plan B menghadapi kondisi market, ngotot dan saklek harus dapat target profit sesuai yang diharapkan, trader akan sangat berpotensi membeli saham2 yang salah. Justru akhirnya trader akan mengalami kerugian besar. 
Untuk menentukan berapa besar profit yang bisa anda dapatkan, jawabannya nggak hanya melulu soal berapa modal yang harus anda gunakan. Anda harus pertimbangkan level trading anda, dan kondisi market. 
Artinya kalau anda bertanya: Apakah dengan modal Rp50 juta sudah cukup untuk dapat untung kurang lebih Rp3 juta per bulan dari saham? 

Jawabannya bisa, tetapi semua itu kembali lagi pada dua poin diatas: Sampai dimanakah level trading anda sekarang? Sampai dimana pemahaman anda mengenai analisa teknikal dan kemampuan memilih saham? Kedua, bagaimana kondisi market saat itu? 

Anda harus bisa jawab dulu poin-poin diatas itu tadi. Mengapa? Karena sering sekali saya jumpai trader yang bertanya: "Berapa modal yang harus dibutuhkan kalau saya ingin untung Rp5 juta di saham per bulan?"

Setelah saya tanya kembali: "Sudah trading berapa lama?"

Mayoritas trader menjawab: "Baru buka akun saham". "Baru beberapa bulan". "Baru satu tahun, tapi masih bingung cara baca grafik saham."

Ini artinya banyak sekali trader yang ingin dapat untung sebesar sekian juta, sekian puluh juta. Banyak trader yang sudah menetapkan target-target profit tertentu untuk beberapa waktu mendatang, tapi belum dibekali dengan pengalaman trading dan pemahaman analisa teknikal yang benar. 

Saya sarankan pada anda, ada baiknya anda tidak perlu menetapkan target harus untung berapa persen, berapa juta, berapa puluh juta dalam sebulan trading. 

Karena ada banyak hal yang harus anda persiapkan di dalam trading, bukan hanya soal berapa besar profit yang bisa anda dapatkan. Profit adalah hasil akhir. Sebelum hasil akhir ada proses (analisa, praktik) yang harus anda jalani. 

Level trading juga menentukan besar kecilnya modal yang bisa anda kelola. Kalau anda masih pemula dan ingin untung Rp3 juta per bulan dengan cara mengelola modal Rp50 juta, risikonya akan terlalu besar. 

Namun hal ini mungkin tidak akan terlalu berisiko untuk seorang trader expert. Jadi besar kecilnya modal tidak bisa disama-ratakan. Ada baiknya dalam trading saham anda melakukan hal-hal berikut: 

1. Memulai dengan modal bertahap 

Selalu lakukan trading dengan modal bertahap. Jika anda pemula, jangan menetapkan target profit, tetapi belajar meminimalkan risiko dengan modal sekecil mungkin. Baca juga: Modal Ideal Trading Saham. 

2. Pahami analisis untuk trading

Untuk mendapatkan profit, anda harus menggunakan analisis. Anda tidak boleh membeli saham sembarangan. Pelajarilah analisis teknikal (trading) dan analisis fundamental (jika anda ingin investasi jangka panjang). 

3. Tidak perlu menetapkan target profit

Seperti yang saya tuliskan sebelumnya, anda tidak perlu ngotot menetapkan target profit. Kalau anda memulai secara bertahap, anda belajar meminimalkan kerugian, profit akan mengikuti.  


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Membeli Saham yang Akan Naik

Membeli Saham yang Akan Naik

Kalau anda memutuskan untuk membeli saham, artinya anda harus mencari saham-saham yang punya potensi naik, karena tujuan anda membeli saham adalah untuk mendapatkan profit. 

Bagaimana cara mencari saham yang akan naik? Apakah cukup belajar analisis teknikal? Apakah perlu mendalami analisa  fundamental? Apakah harus memahami kedua analisa tersebut? 

Di pos ini saya ingin menjelaskan konsep dan analisa yang harus anda pahami untuk mencari saham-saham yang punya potensi naik, baik dari sudut pandang trader maupun investor saham. 

TRADER SAHAM 

Sebagai trader saham, anda harus memahami analisis teknikal maupun analisis fundamental untuk mencari saham-saham yang akan naik. Sebagian dari anda mungkin bertanya: 

"Buat apa trader saham belajar analisis fundamental? Kan analisa utama trader saham itu baca chart?"

Benar, analisis utama untuk trader saham memang adalah analisa teknikal. Jadi kalau anda memutuskan untuk trading jangka pendek, anda harus benar-benar memahami praktik & strategi analisa teknikal untuk mencari saham2 yang bagus.

Anda bisa pelajari strategi2 analisis teknikal disini: Buku Saham Pemula - Expert. Pelajari juga: Ciri-ciri Harga Saham yang Akan Naik

Namun di satu sisi, trader saham juga perlu memahami analisa fundamental. Tetapi untuk seorang trader saham, analisa fundamental sifatnya hanya sebagai analisa tambahan. 

Analisis fundamental dibutuhkan oleh trader untuk melihat saham-saham mana saja yang punya kinerja bagus, merupakan market leader atau follower di sektor industrinya. 

Karena saham2 yang memiliki kinerja bagus umumnya juga memiliki likuiditas saham yang baik, harga sahamnya mudah naik / rebound setelah koreksi, dan lebih banyak diincar oleh trader. 

Saham yang punya kinerja / fundamental bagus, akan membuat psikologis anda lebih tenang ketika menyimpan sahamnya. Sekarang saya beri anda pilihan: 

"Anda lebih nyaman mana menyimpan saham BBRI atau membeli saham BWPT?" 

Tentu saja dari sisi psikologis saham BBRI jauh lebih memberikan rasa aman dan low risk, ketimbang BWPT yang merupakan saham lapis tiga, walaupun tujuan anda sama-sama untuk mentradingkan sahamnya. 

Sehingga, dengan mengetahui saham-saham mana yang punya kinerja baik, anda bisa memilih atau memprioritaskan saham2 tersebut untuk ditradingkan. Setelah anda mengetahui saham2 yang bagus tersebut, barulah anda bisa cermati analisa teknikalnya secara lebih mendalam. 

Jadi sebagai trader saham, analisis teknikal tetap sebagai analisa utama untuk trading. Anda tidak menggunakan analisa laporan keuangan, EPS, DER sebagai pertimbangan untuk beli saham jangka pendek. Analisa fundamental adalah analisa tambahan untuk trader. 

Sekarang kita lihat beberapa saham berfundamental bagus berikut ini: 

Saham ASII

Saham BBRI

Saham INDF
Perhatikan bahwa saham-saham yang punya fundamental bagus harganya akan selalu naik ketika sudah turun banyak. Tentu saja, saham2 tersebut bagus dan menguntungkan untuk anda tradingkan, baik untuk jangka pendek, swing trading ataupun positioning. 

Namun tidak semua trader saham membutuhkan analisa fundamental. Sebagai contoh, seorang scalping trader tidak membutuhkan analisa fundamental, karena scalper mencari saham2 yang bisa naik cepat dalam waktu menitan. 

Sehingga, scalper lebih mengandalkan momentum dan fluktuatif jangka sangat pendek, tanpa mempedulikan fundamental. Anda bisa pelajari strategi scalping trading disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

INVESTOR SAHAM

Analisis utama investor saham adalah ANALISIS FUNDAMENTAL. Analisis fundamental adalah analisa yang mempelajari kondisi perusahaan, kinerja keuangan dan kondisi makro ekonomi. Tujuan investor adalah membeli saham untuk disimpan jangka panjang (diatas 1 tahun). 

Sehingga dengan mengetahui kondisi dan kinerja perusahaan, serta bagus tidaknya ekonomi suatu negara, anda bisa memutuskan untuk mencari saham mana saja yang layak diinvestasikan jangka panjang. 

Pelajari juga analisis investasi full praktik dan cara-cara memilih saham untuk investasi disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert.

Pilihlah saham yang punya kinerja bagus, karena di dalam analisa fundamental terdapat konsep: HARGA SAHAM AKAN KEMBALI KE FAKTOR FUNDAMENTAL. Artinya, saham-saham yang punya fundamental bagus, cepat atau lama harganya akan naik kembali. 

Anda bisa perhatikan lagi tiga grafik saham yang saya paparkan diatas. Yup, karena saham2 tersebut memiliki fundamental yang baik, maka ketika sahamnya turun banyak, harganya akan lebih mudah naik dalam waktu yang lebih lama, dibandingkan saham2 yang fundamentalnya jelek. 

Itulah mengapa sebagai investor saham, anda harus memilih saham2 yang berkinerja baik, punya valuasi yang bagus dan sektornya juga mendukung untuk diinvestasikan. 

Investor saham juga membutuhkan analisa teknikal (terutama analisa tren) sebagai tambahan analisa yang dikombinasikan dengan analisa valuasi saham (PER & PBV) untuk memutuskan apakah anda akan langsung membeli sahamnya, wait and see atau membeli secara bertahap. 

Itulah cara membeli saham yang naik berdasarkan analisa-analisa yang harus anda gunakan dan tujuan anda (apakah anda mau trading atau investasi). 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Anda Mau Sukses Main Saham Berapa Lama? - Part II

Anda Mau Sukses Main Saham Berapa Lama? - Part II

Baca part sebelumnya: Anda Mau Sukses Main Saham Berapa Lama? - Part I. Di Part I, saya memberikan dua opsi pada anda: Anda mau sukses main saham dalam jangka waktu satu tahun, atau sukses main saham dalam jangka waktu minimal dalam 3 tahun. Di Part I, saya sudah menjelaskan pilihan pertama, bahwa sukses main saham dalam jangka waktu terlalu cepat kurang baik untuk seorang pemain saham.

Jadi, apakah pilihan kedua adalah pilihan terbaik? Sebelum menjawab pertanyaan anda, mari kita simak hal berikut ini. 

Pernahkah anda melihat daftar peringkat orang terkaya di Indonesia (setidaknya 20-50 besar) yang dipublikasikan majalah Forbes? Kalau anda baca kisahnya, para founder orang2 sukses tersebut memulai jatuh bangun yang luar biasa, baru kemudian meraih keberhasilannya. I mean, mereka kebanyakan bukan berasal dari latar belakang keluarga kaya yang sudah punya segalanya. 

Tetapi, mereka memulai merintis usahanya. Dalam perjalanannya pun, kegagalan2 banyak ditemui. Hingga akhirnya mereka meraih kesuksesan di bidangnya (sampai menjadi orang terkaya di Indonesia). Ketika perekonomian lesu, mereka tetap bisa bertahan. 

Kenapa mereka bisa tetap bertahan? Karena mereka sudah mengalami jatuh bangun yang luar biasa. Jatuh bangun yang dialami saya rasa tidak hanya satu-dua tahun, namun bertahun-tahun, sehingga ketika mereka dalam keadaan sukses, maupun ekonomi lesu, mereka tidak cepat jatuh. 

Hal ini juga berlaku untuk pemain saham. Pemain saham yang sudah mengalami proses jatuh-bangun (untung, cut loss, untung, cut loss), aka ketika ada guncangan di market, trader tersebut tidak akan mudah goyah, tidak mudah terpengaruh dengan "godaan2" di market. Baca juga: Apakah Saya Cocok Jadi Pemain Saham?

Pemain saham yang sukses, sukses dalam hal ini bukan hanya untung gede, tapi bisa untung konsisten, pasti membutuhkan waktu yang cukup lama. Waktu tiga tahun pun saya rasa masih terlalu singkat untuk mencapai untung konsisten.

Sekarang anda sudah tahu bahwa untung cepat dan konsisten dari main saham sama dengan membangun sebuah bisnis. Selalu ada risiko, selalu ada jatuh bangun. Kalau anda sudah mengetahui bahwa main saham tidak semudah yang anda bayangkan, maka anda harus mulai berpikir realistis dan mulailah untuk berproses. Mulailah untuk menerima risiko agar anda bisa mencapai keberhasilan dalam trading anda.  


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Ebook Belajar Saham Pemula Gratis

Ebook Belajar Saham Pemula Gratis

Rekan-rekan yang ingin belajar saham namun masih belum mengerti sama sekali tentang pasar saham, di web Saham Gain ini saya memberikan materi-materi lengkap tentang belajar saham pemula yang saya berikan dalam bentuk free ebook saham. 

Saat ini, saya menerbitkan 2 free ebook saham yang bisa anda gunakan sebagai dasar untuk mengenal saham. Jadi untuk anda yang ingin memulai trading / investasi saham, namun masih bingung harus memulai dari mana, apa saja yang perlu dipelajari di saham, maka di kedua free ebook saham, akan saya jelaskan lan 

Berikut dua free ebook saham yang saya terbitkan untuk anda. 


Ebook ini dikhususkan untuk anda yang benar-benar masih awam dan belum memahami cara membeli saham. Jadi di ebook ini akan kita bahas: 

- Langkah-langkah membuka rekening saham.
- Yang harus anda persiapkan untuk membuka akun saham.
- Tutorial cara beli dan jual saham.
- Apa saja yang harus anda pelajari agar anda bisa mendapatkan profit.
- Sekuritas rekomendasi untuk anda.

Anda bisa download free ebooknya (33 halaman) disini: Ebook Gratis Panduan Membeli Saham Bagi Pemula .


Ebook gratis ini adalah terbitan terbaru. Jadi free ebook ini saya buat untuk menanggapi banyaknya pertanyaan rekan-rekan yang masih bingung bagaimana cara belajar investasi saham untuk memilih saham jangka panjang. Jadi di free ebook ini, kita akan bahas hal-hal berikut: 

- Konsep dan strategi dalam investasi saham
- Langkah-langkah berinvestasi saham pemula 
- Poin-poin yang harus dipelajari dalam analisis fundamental saham
- Ebook rekomendasi analisis fundamental (full praktik) 

Anda bisa download free ebooknya disini (26 halaman): Ebook Gratis Panduan Belajar Analisis Fundamental Saham .

EBOOK SAHAM LANJUTAN (PRAKTIK DAN STRATEGI) 

Itulah dua free ebook untuk basic pemula yang saya terbitkan untuk anda. Harapannya, dengan adanya dua ebook tersebut, anda sudah memiliki gambaran tentang saham (trading maupun investasi) dan cara memulai betransaksi di pasar saham secara lengkap. 

Tujuan anda belajar saham adalah untuk mendapatkan keuntungan / profit. Tentu saja hanya belajar dasar / basic saja tidaklah cukup. 

Di web Saham Gain ini, saya juga memberikan praktik-praktik trading dan investasi saham lanjutan yang bisa anda gunakan secara langsung untuk dipraktikkan dalam trading saham untuk mendapatkan profit konsisten. 

Saat ini, saya menerbitkan 4 ebook saham FULL PRAKTIK & STRATEGI, yang terdiri dari 3 ebook trading saham, dan 1 ebook khusus analisis fundamental (investasi jangka panjang). Berikut daftar / list ebook-ebooknya yang bisa anda dapatkan: 

Ebook trading saham 


Anda yang ingin mendapatkan 2 atau tiga ebook, anda akan mendapatkan harga diskon. Anda bisa mendapatkannya disini: Ebook Trading Pilihan Trader- Diskon 15%. 

Ebook pertama, membahas full analisis teknikal, psikologis trading, manajemen modal, mindset trading, dan cara-cara simpel menggunakan kombinasi2 chart pattern, candle, support resisten untuk menemukan saham yang potensial secara chart. 

Ebook kedua, membahas praktik dan cara-cara memilih / screening saham yang bagus dan layak untuk trading, untuk dimasukkan dalam stock pick. Serta membedakan saham-saham mana saja yang tidak layak untuk ditradingkan. Plus analisa2 swing trading & scalping trading. 

Ebook ketiga, membahas khusus strategi trading cepat, yaitu trading harian alias intraday trading dengan jangka waktu 0-3 harian trading. Di ebook ini, kita akan membahas cara-cara memilih saham yang bagus dan mudah naik dalam jangka harian, dan mempelajari lengkap praktik analisa tape reading. 

Ebook khusus untuk INVESTASI SAHAM JANGKA PANJANG


Bagi anda yang ingin belajar analisis fundamental saham lanjutan, anda bisa mendapatkan ebook khusus analisis fundamental untuk memilih saham2 yang layak diinvestasikan jangka panjang. 

Di ebook ini, anda juga akan belajar secara langsung praktik2 value investing, mencari saham2 grwoth & tahan banting, menghitung valuasi  harga wajar, analisa keuangan perusahaan. Serta mempraktikkan indikator2 yang simpel dan mudah diterapkan untuk mencari saham2 yang layak diinvestasikan. 

Dan semua konten ebook didasarkan pada praktik2 yang sudah saya terapkan sendiri. Jadi anda tidak hanya belajar teori analisis fundamental saja. 

Itulah materi-materi free ebook yang saya terbitkan untuk anda, beserta ebook-ebook saham lanjutan yang bisa anda praktikkan untuk trading maupun investasi. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Anda Mau Sukses Main Saham Berapa Lama? - Part I

Anda Mau Sukses Main Saham Berapa Lama? - Part I

Kalau saya bertanya pada anda dengan memberikan dua opsi: "Anda mau sukses main saham berapa lama? Dengan opsi:


- Sukses main saham dalam jangka waktu 1 tahun bahkan kurang
- Sukses main saham dalam jangka waktu minimal 3 tahun

Saya yakin semua trader pasti akan menjawab ingin bisa sukses main saham dalam jangka waktu yang sesingkat mungkin, yaitu satu tahun bahkan kurang. Maksud saya, kalau bisa sukses sekarang ngapain harus ditunda 4 tahun lagi. Kalau bisa dapat mobil dan rumah sekarang, ngapain harus ditunda 4 tahun lagi? Benar kan

Tapi, apa yang kelihatannya bagus itu sebenarnya belum tentu bagus. Untuk lebih memahaminya, sekarang saya akan coba bahas satu per satu dari setiap poin. 

Sukses main saham dalam jangka waktu 1 tahun bahkan kurang

Kalau anda sukses dalam waktu yang cepat, kelihatannya sangat menyenangkan di awal. Tetapi kalau anda sukses dalam waktu cepat kemungkinan besar hal itu hanyalah beginner lucky. (hampir) Semua pemula yang bisa untung besar di awal, pada bulan2 berikutnya akan menderita rugi besar. 

Hal ini dikarenakan pemain saham pemula masih belum banyak mempelajari kondisi market, sehingga psikologi dan mental trading juga belum terbentuk dengan baik. Beginner lucky cenderung membuat trader menjadi cepat senang, euforia, dan merasa dirinya hebat. Dan perlu anda camkan, bahwa sukses main saham dalam waktu cepat sangat tidak baik untuk karir trading anda. 

Bukannya tidak boleh sukses cepat. Saya sendiri pun juga ingin bisa sukses cepat. Tetapi, untuk mencapai kesuksesan dibutuhkan proses. Masalahnya, proses menuju sukses main saham tidak ada yang cepat, apalagi enak dan mudah.  

"Ah, masa sih bung Heze?" Tanya anda.

Kalau anda tidak percaya, sebenarnya banyak orang yang awalnya cepat sukses namun tidak lama kemudian jatuh. Mengapa hal itu seringkali terjadi? Karena pondasi mereka masih lemah. Mereka belum mengalami jatuh bangun, sehingga ketika sukses dalam sekejap mata, mereka tidak siap. 

Langsung senang, langsung merasa diatas awan, dan ketika saatnya harus menghadapi cobaan yang sesungguhnya, jatuhlah mereka. Pemain saham pemula yang bisa sukses dalam waktu cepat juga sangat berpotensi untuk rugi di kemudian hari, bahkan kerugian yang diderita lebih besar daripada keuntungan yang mereka dapatkan di awal. 

Jadi, sekarang anda sudah tahu mengapa sukses main saham terlalu cepat itu tidak baik. Jawabannya karena: "Pondasi" anda masih belum kuat.  

Lalu, bagaimana dengan pilihan kedua? Apakah sukses main saham dalam jangka waktu minimal 3 tahun adalah pilihan yang terbaik? Silahkan simak jawabannya di Part II: Anda Mau Sukses Main Saham Berapa Lama? - Part II.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham Gorengan: Belajar dari Kasus Jiwasraya

Saham Gorengan: Belajar dari Kasus Jiwasraya

Pasar modal Indonesia sempat ramai dengan adanya kasus PT Asuransi Jiwasraya (belakangan ini kasus Asabri yang mirip Jiwasraya juga banyak dibicarakan) yang membeli saham-saham gorengan di portofolionya.

Jiwasraya adalah perusahaan asuransi, di mana perusahaan menerbitkan produk JS Saving Plan sejak 2013 dengan menawarkan bunga diatas bunga deposito, dan risiko kerugian / investasi ditanggung Jiwasraya. Dengan cara seperti ini, perusahaan tentu memiliki kewajiban yang besar untuk membayar polis asuransi yang ditawarkan pada nasabah. 

Jadi dalam hal ini, Jiwasraya membutuhkan modal untuk menutup beban perusahaan dengan cara meningkatkan "Pendapatan Investasi", sekaligus untuk 'mempercantik' laporan keuangannya (window dressing) di akhir tahun. 

Salah satu caranya adalah dengan investasi saham. Yang jadi persoalan, mayoritas saham yang dibeli  Jiwasraya adalah saham-saham gorengan. 

Dan saham-saham gorengan yang dibeli Jiwasraya ini pada akhirnya memberikan dampak yang sangat fatal pada laporan keuangannya. Nilai investasi Jiwasraya di saham2 gorengan turun dari Rp5,6 triliun menjadi sekitar Rp1,4 triliun. 

Beberapa saham gorengan yang diinvestasikan Jiwasraya antara lain POLA, TRAM, JGLE, LCGP, PCAR. Kita semua tahu bahwa saham-saham tersebut bukanlah saham yang baik secara fundamental dan likuiditas. 

Walaupun saham-saham ini sempat naik sangat tinggi dalam waktu cepat, dan Jiwasraya sebenarnya juga ikut berperan menggoreng saham-saham yang dibeli (dalam hal ini Jiwasraya bukan hanya sebagai korban tapi juga sebagai bandar). Namun karena fundamental perusahaan jelek dan likuiditas rendah, cepat atau lama saham2 jelek tersebut pasti akan turun lagi. 

Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap nilai aset (investasi) secara keseluruhan. Inilah yang menyebabkan perusahaan mengalami gagal bayar polis. 

Jiwasraya hanya menempatkan kurang lebih 5% investasi saham2nya pada saham blue chip / LQ45, dan sisanya masuk di saham-saham yang berisiko tinggi (saham gorengan). 

Sebab kalau perusahaan melakukan investasi di saham-saham blue chip misalnya, di mana banyak saham blue chip yang belakangan ini trennya juga tidak terlalu uptrend, maka kemungkinan besar beban polis asuransinya tidak akan bisa ditutup dari Pendapatan Investasi perusahaan. 

Namun karena Jiwasraya telah mengambil keputusan yang salah, dengan membeli saham gorengan, menempatkan investasi dengan tidak berhati-hati (reckless), maka hal inilah justru menjadi bumerang bagi perusahaan sendiri. 

Hanya karena Jiwasraya ingin melakukan window dressing, dan menutup beban perusahaan, Jiwasraya nekad "berinvestasi" pada saham-saham yang tidak sehat. Hal ini menunjukkan adanya manajemen perusahaan yang buruk dalam mengelola modal. 

BELAJAR DARI KASUS JIWASRAYA 

Kita semua sebagai trader saham, bisa mengambil banyak pelajaran penting dari Jiwasraya. Nah, pelajaran apa yang dapat kita ambil dari kasus Jiwasraya ini?

1. Trading / investasi dengan cara yang wajar

Produk JS Saving Plan yang dikeluarkan oleh perusahaan sebenarnya sudah cukup berisiko untuk perusahaan. Perusahaan menawarkan investasi dengan pengembalian bunga diatas bunga deposito, dan risiko kerugian / investasi ditanggung Jiwasraya hanya karena perusahaan ingin mencari banyak nasabah dan mendapatkan nama besar. 

Hal ini pada akhirnya menyulitkan perusahaan itu sendiri, dan ujung2nya perusahaan harus mengambil jalan untuk membeli saham2 gorengan, untuk window dressing laporan keuangannya. 

Keputusan2 investasi yang tidak dipertimbangkan dengan tepat, akan membuat RASIONALITAS dalam mnengambil keputusan lanjutan menjadi kacau. Hal ini sudah terbukti dari adanya kasus Jiwasraya tersebut. 

Sebagai trader / investor, kita juga perlu mengambil keputusan dengan cara yang benar. Jangan gegabah mengambil keputusan trading hanya karena ingin cepat dapat untung. 

Jangan berharap untuk cepat kaya dari saham padahal anda belum memahami ilmunya. Akibatnya, anda bisa membeli saham2 yang berisiko, dan tanpa anda sadari hal ini akan membuat modal anda cepat habis.   

2. Perusahaan besar saja bisa rugi di saham gorengan... Apalagi kita trader ritel  

Saat kasus Jiwasraya menjadi trending topic, saya banyak membaca pendapat2 trader saham: "Perusahaan sekelas Jiwasraya aja bisa nyangkut di saham gorengan, apalagi trader kecil".

Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut. Kalau perusahaan besar saja bisa rugi di saham gorengan, apalagi trader perorangan. 

Sayangnya banyak trader yang terjebak membeli saham pom pom / saham gorengan melalui rekomendasi2 di grup, dengan iming2 bakalan naik 15%. Padahal trader sendiri tidak tahu apakah saham tersebut layak untuk dibeli atau tidak. 

Nah, inilah yang pada akhirnya membahayakan trader. Banyak trader yang terjebak membeli saham gorengan karena ingin dapat untung fantastis dalam waktu cepat, tanpa mempertimbangkan risiko, dan profil trader itu sendiri. 

Jadi di dalam trading saham, anda harus berusaha untuk membatasi risiko, salah satu caranya selain menganalisa saham sebelum membeli, anda bisa mengurangi porsi saham2 gorengan. 

Tidak ada salahnya anda membeli saham gorengan, namun anda harus menganalisa, membatasi risiko, dan tetap utamakan saham2 low risk di portofolio anda. 

Itulah sedikit banyak tentang kasus jiwasraya dan berbagai pelajaran penting yang bisa kita ambil dan evaluasi bersama sebagai trader saham.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Menjadi Profesional dalam Trading Saham

Menjadi Profesional dalam Trading Saham

Pergerakan market hari ini dengan 10 tahun yang lalu sangat berbeda. Kalau 10 tahun lalu saham gorengan tidak terlalu banyak, hari ini boleh saya katakan mayoritas saham2 yang baru melantai di Bursa ujung-ujungnya selalu jadi saham gorengan. 

Demikian juga pergerakan market hari ini dengan 10 tahun mendatang, dan seterusnya pasti akan ada perubahan dan dinamika, walaupun konsep di saham tetap sama (kalau harga saham nggak naik, turun ya sideways).

Maka dari itu, anda yang terutama baru mulai menjalankan aktivitas trading di era milenial ini, anda harus mampu bertindak menjadi trader yang profesional. Menjadi trader pro bukan berarti anda harus bisa untung terus nggak pernah rugi, karena seperti yang saya pernah tuliskan, tidak mungkin trader tidak pernah rugi sama sekali dalam karir tradingnya. 

Tapi menjadi profesional sebagai seorang trader, berarti anda harus bisa bersikap cool dan menghadapi serta mengambil keputusan setiap momen trading dengan kepala dingin dan bijaksana. Kenapa demikian? Karena.....  
Hari ini market bullish, besok bisa berubah jadi bearish.  
Hari ini saham pada turun, besok bisa rebound dengan sangat cepat.  
Hari ini anda untung besar sekali, anda senang. Besok bisa jadi saham yang anda beli turun. 
Hari ini anda mengalami kerugian. Besok bisa jadi anda mendapatkan keuntungan yang besar. 
Bulan ini anda untung di saham sebesar Rp15 juta. Bisa jadi bulan depan profit anda Rp50 juta. Tapi di dua bulan berikutnya mungkin profit anda turun lagi jadi Rp7 juta.   
Hari ini semua orang euforia dengan saham. Besok banyak trader yang teriak-teriak nyangkut, ekonomi crash dan sebagainya.  
Hari ini anda untung 15%. Besok bisa saja anda rugi 5%.
Hari ini saham anda nggak naik, padahal saham2 lain naik. Besok bisa jadi saham anda naik paling banyak dibandingkan saham2 lain.  
Semuanya bisa terjadi dalam waktu cepat. Apa yang saya tuliskan diatas adalah fakta yang akan anda hadapi dalam trading.

Apakah berarti trading saham itu mengerikan sekali? Tidak, bukan itu yang ingin saya sampaikan. Trading saham itu menyenangkan kalau anda sudah memiliki sistem trading yang sesuai dengan karakter anda, dan anda menyikapi semua dengan enjoy. Baca juga: Trading Saham dan Game. 

Jika anda mengetahui situasi2 di pasar saham seperti ini, anda harus menjadi trader yang pro. Di pos ini saya ingin meyampaikan pesan moral pada anda: 

Ketika anda untung besar, anda tidak perlu terlalu senang, apalagi sampai pamer profit sana-sini, dan merasa trader paling pintar (di pasar saham banyak sekali trader2 seperti ini). Karena anda tidak akan tahu apa yang akan anda hadapi besok. 

Ketika anda mengalami kerugian, jangan sedih berlarut-larut apalagi sampai menyalahkan orang lain. Evaluasilah kenapa anda rugi, karena hari ini anda rugi sangat mungkin besok anda untung. 

Ketika IHSG naik, anda tidak perlu terlalu euforia dan terbawa arus. Euforia adalah hal yang berbahaya di pasar saham. Ingat, jatuhnya IHSG selalu diawali dengan euforia yang tidak wajar. 

Ketika IHSG drop, jangan selalu berpikiran negatif, karena drop-nya IHSG justru bisa menjadi hikmah untuk membeli saham2 bagus yang murah, dan anda bisa panen (profit) besar nantinya. 

Di pasar saham apapun bisa terjadi. Maka dalam kondisi apapun, tetaplah menjadi trader yang berkepala dingin. Anda tidak harus trading puluhan tahun baru bisa menerapkan hal2 ini. Mulailah dari sekarang.  


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.