Strategi Trading Saham Menitan - Materi Scalping Trading

Strategi Trading Saham Menitan - Materi Scalping Trading

Scalping trading saham merupakan strategi trading cepat yang dilakukan dalam rentang waktu menitan (anda membeli dan menjual saham / meraup profit hanya dengan jangka waktu beberapa menit saja).  

Penulis pribadi juga menerapkan strategi scalping trading, meskipun dengan alokasi modal yang kecil (sebagian besar modal saya saya gunakan untuk swing trading, intraday & investasi). 

Oleh karena itu, di web Saham Gain ini saya juga membagikan strategi2 memilih saham untuk scalping trading, beserta manajemen modalnya. 

Anda bisa mendapatkannya disini: Ebook Panduan Memilih (Screening) Saham Bagus. Baca juga: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

Namun tentu saja Ebook Panduan Memilih (Screening) Saham Bagus ini bukan hanya membahas tentang scalping trading, namun kita juga membahas cara melakukan screening saham pilihan secara umum, dan praktik2 memilih saham untuk swing trading & trend following.  

Saya pribadi ikut senang jika rekan-rekan ikut mendapatkan profit dari praktik2 trading yang sudah saya sharing dan terapkan secara pribadi. 

Beberapa waktu lalu, ada seorang rekan trader yang berhasil meraih profit konsisten dari scalping trading, di mana trader berhasil mendapatkan keuntungan maksimal, dengan cara menganalisa dan memilih saham-saham yang tepat (tidak hanya berdasarkan gambling atau feeling). 

Berikut hasil trading yang di share oleh rekan trader sendiri yang sudah menerapkan strategi scalping trading di Ebook Panduan Memilih Saham Bagus

Profit saham KAYU 7,8%

Profit saham LMAS 11,8%

"Laporan cuan hari ini, ketambahan saham YELO. Buku bapak mantap" Profit saham YELO (2,1%) & PAMG (1,8%)

Profit LMAS 1,4% dan PAMG 8,8%

Profit saham LMAS (26,7%), saham ELSA (5,1%), saham BKSL 17,1%)

Profit saham SIMP (2,1%), saham SCMA (0,3%), saham LMAS (7,9%)

Dan masih banyak lagi rekan2 yang berhasil mendapatkan profit dengan strategi scalping trading. Anda baca testimonial rekan2 disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

SCALPING TRADING, RISIKO TINGGI? 

Scalping trading saham seringkali diidentikan dengan risiko tinggi, karena scalping trading mencari saham2 yang bisa naik puluhan persen dalam waktu cepat. Sehingga, mayoritas scalping trading dilakukan dengan mencari saham2 lapis tiga/ saham gorengan. 

Di web Saham Gain ini, saya juga sering memberikan saran pada trader untuk tidak terlalu sering membeli saham2 gorengan, selain karena fluktuatifnya tinggi, saham2 gorengan mayoritas punya pola harga yang jelek secara teknikal. 

Namun bukan berarti saham gorengan tidak bisa ditradingkan sama sekali. Anda boleh mentradingkan saham-saham lapis dengan catatan: 

- Anda punya manajemen modal yang baik
- Pilih saham lapis tiga yang punya pola / potensi naik cepat

Dalam membeli saham gorengan untuk scalping, saya selalu menyarankan agar anda tetap menggunakan modal sekecil mungkin (10% dari total modal atau bahkan dibawah itu). Jadi walaupun saham gorengan potensi profit yang cepat, anda harus tetap membatasi modal untuk menjaga psikologis dan meminimalkan risiko. 

Selain itu, anda juga harus memilih saham2 lapis tiga yang punya potensi naik. Sudah kita bahas bersama pada Ebook Screening Saham. Jadi, trading di saham apapun harus tetap anda lakukan dengan dasar analisa, bukan hanya gambling. 

Jadi anda tidak hanya belajar bagaimana cara menerapkan scalping trading. Namun anda juga mendapatkan pemahaman tentang manajemen modal yang layak untuk scalping. 

Semoga kisah rekan-rekan yang berhasil mendapatkan profit dari trading saham bisa menjadi motivasi untuk rekan-rekan yang lain dalam belajar saham dan trading. 

SALAM PROFIT LEBAARR...


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Download Ebook Analisis Fundamental Saham

Download Ebook Analisis Fundamental Saham

Saat ini semakin banyak rekan-rekan yang ingin memulai dan bisa mencetak profit besar dari investasi saham. Namun dalam praktiknya, banyak investor saham pemula yang belum paham bagaimana cara memulai investasi dan analisa-analisa yang dibutuhkan untuk memilih saham yang tepat. 

Untuk menjawab kebutuhan rekan-rekan akan investasi saham, dan pertanyaan-pertanyaan yang sering saya jumpai: 'Bagaimana cara memulai investasi saham?' 'Apa yang harus dipelajari untuk investasi saham?'

Di web Saham Gain ini, saya menerbitkan free ebook "Panduan Belajar Analisis Fundamental Saham" sebanyak 26 halaman, sebagai panduan anda dalam memulai investasi dan belajar analisis fundamental saham. 

Harapannya, melalui free ebook ini, anda bisa memahami apa saja yang harus dipelajari dan dipraktikkan dalam memilih saham jangka panjang. Anda bisa lihat cover free ebook panduan analisis fundamental disini: 

Klik gambar cover untuk memperbesar

**Jumlah halaman ebook: 26 halaman
** Free ebook, tidak untuk dijual 

Pembahasan-pembahasan yang ada dalam ebook ini adalah sebagai berikut: 

Bab I: Investasi Saham Jangka Panjang 

Membahas pemahaman & konsep investasi saham yang harus dipahami investor pemula.

Bab II: Langkah-langkah Investasi Saham

Membahas panduan memulai investasi saham, cara melakukan investasi, membeli dan memilih saham. 

Bab III: Investasi Saham: Analisis Fundamental Saham

Membahas pengenalan analisis fundamental saham, dan poin-poin apa saja yang harus anda pelajari dan terapkan dalam analisis fundamental untuk mencari saham2 yang bagus dalam jangka panjang. 

Bab IV: Ebook Rekomendasi Analisis Fundamental Saham 

Membahas ebook rekomendasi analisis fundamental saham lanjutan yang saya sarankan untuk dimiliki investor pemula - expert. Tujuannya, agar anda bisa memilih dan memaksimalkan profit dari saham2 yang bagus untuk jangka panjang, baik dari kenaikan harga saham maupun passive income. 

Jika anda ingin download ebook analisis fundamental saham, anda bisa klik link berikut: Download Free Ebook Panduan Belajar Analisis Fundamental Saham.

Cara downloadnya gampang, link-nya akan menuju ke situs 4shared, lalu tinggal anda klik Unduh --> Unduh Gratis. Setelah itu file ebook akan terdownload. File ebook dalam bentuk PDF. 

Saya berharap ebook gratis 'Panduan Belajar Fundamental Saham' ini bisa memberikan petunjuk, sekaligus sebagai langkah awal investor saham pemula untuk memulai investasi saham dengan cara yang benar, dan tidak gambling dalam memilih saham. 

Anda yang ingin belajar analisis fundamental lebih lanjut, dan bisa memilih saham-saham yang menguntungkan jangka panjang secara otodidak, di web Saham Gain, saya juga menyediakan ebook fundamental saham premium yang membahas full strategi dan praktik langsung memilih saham untuk jangka panjang. Anda bisa mendapatkan ebooknya disini: 


Ebook analisis fundamental saham premium ini membahas semua analisis-analisis fundamental mulai cara memilih saham2 growth, saham2 yang tahan banting terhadap koreksi market, value investing, analisis laporan keuangan untuk investasi saham dan lain2, menggunakan analisa2 yang simpel dan mudah diterapkan untuk semua level investor. 

Akhir kata, investasi saham bisa menjadi tempat meraup profit maksimal dalam jangka panjang jika anda memahami apa saja yang kunci-kunci dalam investasi saham (mempelajari analisis fundamental). So, pelajarilah ilmunya dan dapatkan profit yang maksimal dari berinvestasi saham. 

Tags:
- Download ebook analisis fundamental saham 
- Panduan investasi saham untuk pemula PDF


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Cara Trading dengan Demo (Virtual) Trading Saham

Cara Trading dengan Demo (Virtual) Trading Saham

Dalam trading saham, anda pasti sering mendengar istilah demo trading atau biasanya sebagian orang menyebut virtual trading. Apa itu virtual trading, dan apa pentingnya virtual trading bagi seorang trader? 

Virtual trading secara sederahana adalah simulasi trading. Jadi, pada aktivitas virtual trading, anda melakukan analisa saham, memantau market, mengambil keputusan trading seperti layaknya anda trading. Tetapi bedanya, anda tidak menggunakan uang beneran. Anda juga tidak membeli dan menjual saham beneran. Semuanya dilakukan atas dasar simulasi. 

Gimana cara virtual trading? Apakah ada software khusus untuk simulasi trading? 

Well, simulasi trading sebenarnya tidak memerlukan software khusus. Memang banyak platform yang menyediakan software2 yang khusus buat simulasi trading. IDX juga menyediakan platform virtual trading. 

Tapi anda nggak perlu repot2 cari software khusus untuk virtual trading. Kalau anda sudah buka rekening saham di sekuritas, software trading yang ada di sekuritas sebenarnya sudah bisa digunakan untuk demo trading. 

Banyak trader berpikir kalau demo trading itu butuh software khusus, padahal demo trading bisa dilakukan manual. Virtual trading manual berarti anda melakukan analisa saham, kemudian anda putuskan sendir beli saham di harga berapa. Misalnya anda mau memutuskan beli saham TLKM di harga 3.800.  

Kemudian anda catat sendiri transaksi virtual trading anda di excel (misalnya buy TLKM harga 3.800 sebanyak 10 lot). Termasuk ketika anda jual, kemudian profit anda berapa dan rugi anda berapa. Baca juga: Download Kalkulator Trading Saham.    

Jadi sebenarnya anda tidak perlu software saham khusus untuk demo trading. Virtual trading itu simpel dan mudah dilakukan. Bisa dilakukan menggunakan software online trading anda, asalkan di software ada fasilitas2 grafik dan bisa memantau pergerakan harga saham. Itu saja.  

Apa pentingnya virtual trading saham? 

Simulasi trading penting, terutama buat trader yang baru pertama 'menginjakkan kaki' di pasar saham. Seperti yang sering saya ulas di Saham Gain ini, bahwa saham itu berisiko bagi anda yang tidak tahu cara melakukan analisa2 saham. 

Maka dari itu, kalau anda masih belum paham tentang gambaran trading secara utuh. Anda masih belum yakin mau beli saham. Anda belum yakin masukkan modal anda di saham. Anda bisa memulainya dengan virtual trading lebih dahulu. 

Penulis sendiri dulu juga nggak langsung trading saham. Saya melakukan virtual trading selama kurang lebih 1,5 bulan. Setelah saya yakin, sudah mengerti cara baca grafik dan lain2, sudah tahu kurang lebihnya saham2 yang bagus itu kayak gimana, barulah saya mulai beli pakai modal beneran (saat itu modal awal saya  masih sekitar Rp1-3 juta). 

Virtual trading sebelum trading saham beneran (menurut pengalaman penulis) ternyata sangat bermanfaat. Karena dengan virtual trading, anda bisa lebih paham tentang pasar saham, terutama analisa2 saham yang lebih banyak dan cara melakukan trading2 dengan arah yang lebih benar.

Jadi ketika anda sudah trading pakai modal sungguhan, anda tidak shock, tidak kaget melihat fluktuatif harga saham. Baca juga: Persiapan untuk Trading Saham.  Bahkan penulis pribadi, saat itu sudah menemukan beberapa saham yang bagus buat trading ketika dalam masa2 demo trading. 

Terkait berapa lama sebaiknya anda (pemula) melakukan virtual trading, memang tidak ada patokan waktu yang pasti. Namun saran saya, demo trading nggak usah lama2 banget.

Kalau anda sudah mengerti sedikit banyak analisa, sudah tahu pergerakan pasar saham seperti gimana, atau lebih baik lagi kalau anda sudah menemukan beberapa saham pilihan, anda bisa langsung trading pakai modal sungguhan.

Virtual trading ini sifatnya tidaklah wajib. Walaupun virtual trading ini sifatnya bukanlah keharusan, tetapi bagi sebagaian anda yang belum merasa 100% yakin langsung terjun ke pasar saham, anda bisa memulai dulu dari virtual trading, supaya langkah anda nantinya bisa lebih mantap. 

Setelah anda melalui virtual trading, memang tidak ada jaminan anda pasti akan profit terus. Yap, namanya juga masih pemula, pasti dalam perjalanan trading, ada ruginya juga. Itu hal yang wajar. 

Namun dengan virtual trading, anda bisa meminimalkan risiko kerugian yang besar di awal-awal trading anda (dan ini mungkin bisa akan berlanjut), karena setelah menjalani virtual trading, anda akan lebih paham tentang pergerakan market, sehingga anda akan lebih sadar tentang risiko-risiko dalam trading. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Apa Itu Kapitalisasi Pasar?

Apa Itu Kapitalisasi Pasar?

Istilah kapitalisasi pasar di bursa saham tidak asing kita dengar. Banyak rekan-rekan yang belum paham apa itu kapitalisasi pasar dan apa perlunya kapitalisasi pasar dalam trading / investasi. Maka dari itu, di web Saham Gain ini akan kita bahas bersama. 

Kapitalisasi pasar (market capitalization atau biasa disingkat market cap) adalah nilai saham sebuah perusahaan yang beredar di pasar. Dengan kata lain, market cap menggambarkan berapa nilai total sebuah perusahaan. 

Kapitalisasi pasar juga mencerminkan harga keseluruhan perusahaan apabila anda ingin membeli 100% kepemilikan saham perusahaan.

Cara menghitung kapitalisasi pasar adalah: Harga saham x jumlah saham beredar. Baca juga: Cara Mendapatkan Jumlah Saham Beredar & Kapitalisasi Pasar.

Misalnya harga saham BBRI adalah 4.530. Jumlah saham beredar BBRI adalah: 122.112.351.900 saham. Maka kapitalisasi pasar dapat dihitung sebagai berikut: 4.530 * 122.112.35.900 = Rp553.168.954.107.000 alias Rp553 triliun.  

Nilai kapitalisasi pasar saham akan berubah-ubah, karena harga saham setiap hari bergerak naik-turun. Semakin besar kapitalisasi pasar, semakin bagus performa saham perusahaan tersebut. Hal ini karena kapitalisasi pasar yang besar bisa disebabkan dua hal: 

1. Harga saham naik, jumlah saham beredar naik / tetap

Harga saham yang terus naik, bisa meningkatkan market cap. Kalau harga saham naik terus, hal ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa kepercayaan investor semakin besar di saham tersebut. 

Tapi tentu saja anda harus menganalisa kenaikan harga saham lebih dalam. Karena banyak juga saham yang naik terus, bukan dari fundamentalnya, namun karena memang sedang di pom-pom oleh bandar. 

2. Jumlah saham beredar banyak

Jumlah saham beredar yang besar membuat market cap perusahaan juga cenderung lebih besar dibandingkan saham-saham yang jumlah saham beredarnya sedikit sehingga menarik untuk para trader dan investor. 

Itulah kenapa saham2 yang jumlah saham beredarnya banyak, sahamnya cenderung likuid dan banyak ditradingkan. Market cap yang besar, menunjukkan bahwa saham tersebut dihargai semakin mahal oleh market. 

Apabila anda seorang pemilik perusahaan, maka semakin tinggi nilai kapitalisasi pasar, semakin besar juga kekayaan anda. 

APA PENTINGNYA KAPITALISASI PASAR? 

Mengetahui kapitalisasi pasar tentu saja penting untuk trader maupun investor, walaupun market cap hanyalah salah satu faktor analisa anda. 

Untuk investor saham, mayoritas investor biasanya lebih cenderung mengincar saham2 yang punya market cap tinggi. Anda bisa lihat contoh saham2 blue chip yang market cap-nya besar, rata-rata sahamnya bisa naik dalam jangka panjang. 

Buat anda investor saham konservatif (low risk), maka saham2 yang punya market cap besar yang punya kinerja fundamental bagus bisa menjadi pilihan untuk investasi karena saham2 tersebut punya pergerakan harga yang lebih stabil. Pelajari juga: Ebook Analisis Investasi Saham PDF. 

Untuk trader saham, semakin besar market cap, maka semakin likuid sahamnya demikian juga sebaliknya. Jadi kalau anda ingin mencari saham2 yang risikonya kecil dan fluktuatifnya lebih bagus, maka carilah saham2 yang market capnya besar. 

Di web Saham Gain ini, kita juga sudah beberapa kali membahas pentingnya market cap untuk trader saham. Sedangkan kalau anda tipe trader yang ingin trading scalping, maka saham2 yang market capnya kecil justru cocok untuk anda. Pelajari juga pos saya disini: Saham Small Cap di Pasar Saham.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham Small Cap di Pasar Saham

Saham Small Cap di Pasar Saham

Anda pasti sering mendengar istilah saham-saham small cap. Sesuai namanya, saham small cap berarti adalah saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil di Bursa Efek Indonesia. 

Yang dimaksud saham small cap di pasar saham Indonesia adalah saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar dibawah Rp1 triliun. Kapitalisasi pasar adalah harga saham x jumlah saham beredar. Anda bisa baca kembali beberapa kriteria saham2 berdasarkan market cap-nya disini: Jenis Saham Berdasarkan Kapitalisasi Pasar. 

Besar kecilnya kapitalisasi pasar sangat mempengaruhi likuid tidaknya saham. Logikanya, kalau jumlah saham beredar perusahaan sangat kecil, maka semakin sedikit saham yang bisa ditradingkan, sehingga otomatis harga sahamnya jadi tidak likuid. 

Jadi sebagai trader maupun investor saham, mengetahui saham2 apa saja yang punya market cap besar dan kecil itu penting. Pada umumnya, saham-saham small cap yang sering saya amati memiliki ciri-ciri / tipikal saham sebagai berikut:

1. Sahamnya tidak likuid 
2. Bid-offernya cenderung tipis / sedikit antrian harga 
3. Pada umumnya, naik-turun sahamnya tidak stabil
4. Banyak saham small cap merupakan saham tidur (tidak bergerak)
5. Volume saham cenderung tipis 
6. Kinerja fundamental tidak terlalu bagus
7. Harga sahamnya cenderung murah (secara nominal) 

Dapat saya katakan saham2 small cap itu kurang lebih adalah SAHAM GORENGAN. Yup, saham gorengan biasanya memiiki ciri-ciri seperti poin2 diatas, dan memang mayoritas saham gorengan / saham yang rentan 'digoreng' bandar adalah saham-saham yang kapitalisasi pasarnya sangat kecil. 

Ada banyak sekali contoh saham small cap. Misalnya: BAJA, KAYU, LMAS, POSA, DEAL, CNTX dan masih banyak lainnya. 

Harus saya akui, sebagian besar saham di Indonesia masuk dalam saham small cap, karena banyak sekali saham2 di Bursa Efek yang likuiditasnya sangat rendah, dan saham2 tidur yang cukup banyak. 

Dalam perkembangannya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan klasifikasi saham2 small cap yang punya likuiditas dan kelangsungan usaha yang cukup baik. Salah satunya BEI menerbitkan Indeks IDX SMC Liquid (Small-Mid Cap Liquid Index).
Indeks ini terdiri dari 13-15 saham yang punya nilai kapitalisasi pasar Rp1-50 triliun, dengen memperhatikan aspek likuiditas, kinerja keuangan, nilai transaksi, free float. Baca juga: Indeks Saham BEI. 

Tetapi sesuai namanya, saham2 yang ada di indeks ini bukan hanya saham2 small cap saja, namun ada saham-saham mid capnya juga. Dan setelah saya googling, ternyata sebagian besar saham2 di indeks IDX SMC Liquid memang lebih banyak diisi saham-saham mid cap. 

tidak semua saham small cap adalah saham yang benar2 jelek secara teknikal / fundamental. 

SAHAM SMALL CAP COCOK UNTUK SCALPING TRADING

Kesimpulannya, saham-saham small cap adalah saham kurang untuk ditradingkan terutama untuk di-hold dalam waktu agak lama, mengingat pergerakan mayoritas saham small cap memiliki risiko besar. 

Kalau anda ingin memilih saham small dan middle cap untuk trading, anda bisa pertimbangkan untuk memilih saham2 yang ada di indeks-indeks yang diterbitkan BEI, tapi dengan catatan, anda harus cek analisa teknikalnya juga. 

Mengingat saham-saham small cap pada umumnya punya pergerakan harga yang fluktuatif dengan nominal harga kecil, berdasarkan pengalaman saya, saham small cap lebih cocok digunakan untuk momen scalping trading (trading menitan). 

Cara-cara trading menitan dan memilih saham untuk scalping trading, pernah saya bahas strategi2nya disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. Anda bisa pelajari cara-cara scalping trading, khususnya anda yang ingin bisa trading cepat.

Itulah penjelasan tentang saham small cap di pasar saham. Untuk anda yang punya keinginan beli saham-saham small cap hanya karena harga sahamnya cenderung murah, anda harus pertimbangkan kembali. Selalu cek analisa teknikal, analisa risiko dan pergerakan tiap saham sebelum trading. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Tingkat Keakuratan Software Analisis Saham

Tingkat Keakuratan Software Analisis Saham

Kalau anda trading saham,  pada umumnya analisa-analisa teknikal bisa anda lakukan melalui software saham online. Saya rasa anda semua sudah tahu apa yang dimaksud dengan software saham online ini. 

Software saham dari sekuritas yang anda pakai, termasuk software saham demo (selain dari sekuritas), software-software saham free, software2 saham berbayar alias premium yang disediakan oleh pihak-pihak tertentu (misalnya dalam seminar2 saham). 

Semuanya adalah software saham online, yang pada dasarnya digunakan buat menganalisis, dan memprediksi saham melalui grafik, bid-offer, running trade, indikator dan lain2 secara real time.  

Karena (hampir) semua analisa buy sell dilakukan menggunakan software, maka banyak sekali para trader yang bertanya ke saya:

"Pak Heze seberapa persen tingkat keakuratan software A untuk menghasilkan sinyal yang bagus?"

"Apakah software B bagus bisa digunakan untuk screening saham yang akan naik?" 

"Pak Heze sekuritas A sama sekuritas B softwarenya lebih akurat mana buat prediksi harga saham?"

Banyak sekali rekan-rekan trader yang bertanya seperti ini karena faktanya kita tahu sendiri bahwa semakin banyak trader yang mencari software-software yang bisa menghasilkan sinyal beli jual, sehingga trader tidak perlu ribet-ribet analisa, bisa langsung eksekusi berdasarkan sinyal dari software yang paling akurat. 

Itulah kenapa banyak trader yang sibuk mencari software saham yang akurat untuk memberikan sinyal beli-jual, sehingga trader terus mencari software yang paling bagus dan tepat yang dapat memberi prediksi dari menu screening saham yang sudah ditampilkan.  

So kalau anda tanya ke saya "Seberapa keakuratan hasil rekomendasi dari software?Maka harusnya jawabannya dalam persentase bukan? Misalnya saya mengatakan bahwa rekomendasi screening saham dari software tingkat keakuratannya 80%. Atau saya bisa juga mengatakan pada anda: Dari 50 kali trading, 46 kali untung dan 4 kali prediksi software meleset. 

Baca juga: Screening Saham Manual vs Aplikasi Screening Saham.

Tapi kalau saya jawab seperti itu pada anda, rasa-rasanya sih kurang realistis. Kenapa? Karena yang harus bisa anda jawab terkait akurat atau tidaknya itu sebenarnya bukanlah kemampuan screening saham dari softwarenya, tapi analisa teknikal YANG ANDA GUNAKAN SENDIRI. 

Artinya, anda sendiri yang harus menciptakan sistem trading. Anda sendiri yang harus menguji, memilih dan terus mencoba indikator dan analisa. Dari situ anda baru bisa menyimpulkan seberapa akurat analisa yang anda gunakan, jadi bukan screening dari softwarenya yang anda nilai tingkat keakuratannya. 

Software saham apapun itu, semahal apapun softwarenya atau bahkan gratis sekalipun, software sifatnya hanyalah sebagai ALAT atau FASILITAS untuk melakukan analisa. 

Yang namanya ALAT atau FASILITAS, itu berarti anda yang harus mengendalikannya, menggunakannya. Anda sebagai user. Jadi jangan sampai software tersebut yang mendikte anda untuk beli saham ini dan itu. 

Anda yang harus memanfaatkan software tersebut, agar anda bisa mengambil keputusan trading yang benar dengan analisis yang anda ciptakan. 

Karena sehebat apapun rekomendasi screening yang anda dapatkan di software, ujung-ujungnya anda harus tetap melakukan analisa lanjutan, dan anda harus tetap melakukan eksekusi dengan benar (misalnya nggak boleh panik, harus lihat kondisi IHSG dan lain2). 

Logikanya, kalau ada software analisis saham yang bisa memberikan rekomendasi yang sangat akurat alias bisa jadi alat penghasil uang, software tersebut tentu tidak akan dengan mudah dijual.  

Jadi itulah jawaban saya berdasarkan pengalaman pribadi, kalau anda tanya: "Pak Heze seberapa akurat software A  dalam memberikan prediksi dari screening saham?"

Namun bukan berarti memilih software itu tidak penting. Harus anda ketahui, salah satu faktor keberhasilan trading anda adalah dari komplit tidaknya software yang anda pakai. 

Soalnya kalau fitur software semakin komplit (terutama software yang real time), tentu saja hal ini akan memberikan kemudahan anda untuk analisa yang lebih akurat, dan memberikan anda kesempatan untuk melakukan variasi analisis. 

Saya pernah membahas disini: Fitur Software Online Trading yang Bagus, tentang kriteria2 software saham yang sebaiknya anda pakai untuk analisa. 

Sekedar tips, software yang perlu anda pakai sebenarnya cukup software dari sekuritas. Anda nggak perlu bayar puluhan juta untuk mencari software2 yang katanya bisa menghasilkan sinyal yang akurat 100%. 

Karena tadi sudah saya jelaskan cukup banyak, bahwa itu semua tidak ada. Yang harus anda nilai keakuratannya bukan "rekomendasi" dari softwarenya, tapi analisa2 teknikal yang anda gunakan secara konsisten untuk trading. 

Kesimpulannya, jika anda mau pakai software untuk trading, dan anda cari software yang bagus, maka tahapan pertama: Carilah software saham yang fiturnya lengkap buat analisa teknikal, jangan cari software yang bisa menghasilkan sinyal yang 100% akurat. 

Setelah anda menemukan software yang lengkap untuk analisa, tentu saja anda harus trading dengan menggunakan kombinasi analisa teknikal yang anda gunakan, agar anda bisa menyimpulkan apakah analisa2 yang anda gunakan akurat atau tidak. 

Kalau analisa anda akurat (bisa menghasilkan profit), lanjutkan. Kalau sistem trading anda tidak akurat, anda bisa ganti kombinasi analisa yang lain. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Mock Trading di Bursa Saham

Mock Trading di Bursa Saham

Anda mungkin pernah mencoba melakukan analisis teknikal saat pasar saham sedang libur (hari Sabtu). Tiba-tiba harga saham berjalan seolah market sedang buka dan anda bisa trading buy-sell. Pernahkah anda mengalami hal ini? Beberapa rekan juga pernah bertanya pada saya soal pasar saham yang "buka" di hari Sabtu. 

Pasar saham yang "buka" di hari sabtu sebenarnya tidak terjadi setiap hari sabtu, tapi hanya kadang-kadang saja dan tidak semua sekuritas menerapkannya. Hal ini disebut dengan mock trading. 

Secara sederhana, mock trading diadakan oleh IDX pada akhir minggu dengan tujuan untuk maintenance sistem JATS yang digunakan oleh sistem sekuritas se-Indonesia. Maintenance sistem ini biasanya tidak diikuti oleh semua sekuritas di Indonesia, tapi hanya beberapa sekuritas saja. 

Sehingga, kemungkinan besar bisa saja harga saham pada sekuritas yang anda gabung bergerak di hari Sabtu, tapi sekuritas B di hari sabtu harga saham tetap tidak bergerak. Berikut tampilan mock trading yang terjadi saat hari sabtu: 


Contoh pergerakan harga saham saat mock trading

Mock trading ini bisa juga terjadi karena ada pelatihan sekuritas tertentu di hari Sabtu dan bekerja sama dengan Bursa Efek, dengan tujuan untuk demo trading, sehingga harga saham terkesan bergerak di hari Sabtu untuk sekuritas tertentu saja. 

Perlu anda ketahui, mock trading ini sifatnya sebenarnya cuma demo trading saja. Jadi, anda yang melakukan jual-beli saham pada sesi mock trading, dan semua perubahan harga yang terjadi saat mock trading, pada hari Senin harga opening sahamnya sudah kembali ke harga penutupn Jumat kemarin. 

Jadi, kalau anda punya harga saham ASRI misalnya, kemarin Jumat harga close-nya di harga 400. Lalu tiba2 hari Sabtu harga closingnya jadi 300 saja, anda nggak perlu kaget. Karena pada hari Senin nanti, harga saham ASRI akan kembali lagi ke harga opening 400. 

Kira-kira itulah tentang mock trading dan pos ini juga menjawab pertanyaan rekan2 yang bingung mengapa harga saham bergerak di hari Sabtu dan bahkan kenaikan-penurunan harga saham bisa berubah secara drastis di akhir pekan. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.