Berapa Lama Investasi Saham Ideal?

Berapa Lama Investasi Saham Ideal?

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan beberapa pertanyaan di Facebook Belajar Saham: "Berapa lama kita sebaiknya menyimpan saham buat investasi?"

Jawaban dari pertanyaan ini memang tidak ada patokan pasti. Yang jelas, investasi sifatnya adalah jangka panjang, minimal anda menyimpan saham yang sama selama 1 tahun. Kalau anda beli dan simpan saham hanya 3 bulan sampai 11 bulan, maka anda bisa dikatakan melakukan semi-investasi (trading jangka menengah).

Namun tentu saja kita akan bahas jawabannya di pos ini. Dan apa yang saya tulis disini, berdasarkan pengalaman pribadi, karena di referensi / text book manapun, tidak ada yang membahas secara lebih spesifik berapa lama sebaiknya anda investasi saham. Beberapa poin berikut harus bisa anda jawab: 

1. Apa tujuan investasi anda? 

Seringkali saya mendapatkan pertanyaan: Kalau investasi saham untuk seumur hidup bagus anda nggak? Well, kita semua membeli saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan dengan cara menjual saham setelah jangka waktu tertentu. Kalau anda menyimpan saham seumur hidup, darimana anda bisa mendapatkan keuntungan? 

[Untuk anda yang ingin lebih paham tentang cara-cara memilih saham yang layak untuk investasi, dan full belajar dan praktik analisis fundamental jangka panjang, anda bisa pelajari strategi2 lengkapnya disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert.]

Tapi bukan berarti menyimpan saham seumur hidup itu salah. Dengan menyimpan saham jangka panjang, anda tetap bisa mendapatkan dividen. Namun ini semua kembali lagi pada tujuan investasi anda. 

Pertama, anda ingin mewariskan saham. Kalau anda memang ingin berinvestasi supaya anda bisa mewariskan saham pada anak cucu anda kelak, maka Tidak ada salahnya anda menyimpan saham seumur hidup. 

Kedua, anda ingin investasi, tapi tidak ingin simpan saham terlalu lama. Jika tujuan investasi anda adalah untuk mendapatkan profit dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, maka ada baiknya anda berinvestasi dengan jangka waktu 1 tahun atau anda cukup menerapkan semi investasi (simpan saham 3-11 bulan). 

Terkait cara-cara memilih saham yang layak buat investasi, anda bisa pelajari strateginya berikut: Ebook Investasi Saham PDF. 

Ketiga, anda ingin investasi dengan tujuan dapat passive income dari dividen. Kalau tujuan investasi saham adalah untuk dapat dividen, anda bisa pertimbangkan untuk investasi saham dengan jangka waktu yang cukup panjang, diatas 2 tahun. 

Pilihlah perusahaan2 yang rutin membagikan dividen, yang pertumbuhan labanya tinggi, stabil dan leading di sektor industrinya, sehingga perusahaan bisa memberikan nilai diiden yang meningkat setiap tahun. Baca juga: Daftar Perusahaan yang Rutin Membagi Dividen

Karena dividen biasanya dibagikan 1 kali setahun, maka jika tujuan anda adalah investasi untuk dapat dividen, anda disarankan menyimpan saham dalam jangka yang panjang (diatas 2 tahun), agar anda merasakan passive income yang maksimal. 

Keempat, anda ingin menghasilkan keuntungan dari investasi dengan time frame lebih panjang. Ini yang sering sekali diinginkan oleh investor saham pada umumnya. Tujuan investasi utama adalah untuk mendapatkan profit diatas 1 tahun plus mendapatkan passive income berupa dividen. 

Jika tujuan anda adalah investasi saham diatas 1 tahun, pilihlah saham2 yang punya fundamental bagus, rajin membagikan dividen dan memiliki tren harga saham yang bagus. Contohnya saham2 blue chip dan saham2 second liner yang memiliki tren kinerja 5 tahun yang unggul di sektornya dan produk2nya dibutuhkan oleh masyarakat banyak. 

2. Saham apa yang ingin anda pilih untuk investasi?

Jadi, untuk menjawab berapa lama investasi saham yang ideal, selain mengetahui tujuan investasi, anda juga harus memilih saham-saham yang mau anda investasikan, karena tipikal sektoral tiap saham berbeda-beda. 

Ada saham-saham di sektor tertentu yang mayoritas harga sahamnya bergerak lebih stabil dan agak lambat alias defensif (seperti consumer goods). Ada sektor saham yang pergerakannya sangat volatil dan kenaikannya tidak terlalu bertahan dalam jangka yang sangat panjang misalnya saham2 komoditas. 

Di pos berikut: Investasi Saham: Beli Saham Apa? Kita juga sudah bahas beberapa contohnya. Kalau anda ingin investasi dengan jangka waktu yang sangat panjang, pilihlah saham2 yang punya tren naik jangka panjang yang bagus, jangan memilih saham2 komoditas yang cenderung volatil.

Sebaliknya, kalau anda mencari multi bagger investment untuk jangka waktu tidak terlalu panjang, maka saham2 komoditas yang sedang undervalue bisa menjadi pilihan investasi yang bagus. 


Kesimpulannya, untuk menjawab berapa lama investasi saham yang ideal, anda harus menentukan tujuan dan jangka waktu investasi anda. Kedua, anda harus memilih saham yang benar berdasarkan tujuan investasi anda tadi. 

Semoga pos ini bisa menjawab pertanyaan rekan2 yang berencana untuk memulai investasi saham, maupun anda yang sedang menentukan arah investasi saham kedepan. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Tips Menambah Modal untuk Trading/Investasi

Tips Menambah Modal untuk Trading/Investasi

Semakin banyaknya edukasi-edukasi saham membuat masyarakat kita semakin melek akan investasi saham. Semakin banyak masyarakat di berbagai kalangan, profesi mulai mencoba untuk menekuni dunia saham entah untuk sekedar penghasilan tambahan maupun menjadi full time trader. 

Walaupun sekarang banyak saham yang bagus dengan harga terjangkau. Anda sekarang juga bisa membuka akun saham di kantor sekuritas dengan minimal deposit yang sangat kecil, hanya sekitar satu juta, namun faktanya banyak orang yang memang memiliki kendala modal alias nyaris nggak ada modal untuk trading saham. 

Saya sendiri waktu pertama kali mulai mencoba beli saham, salah satu kendala utama saya adalah modal. Penulis membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan modal agar bisa membeli saham. Setelah modal terkumpul pun, saya belum bisa membeli saham2 blue chip. Tentu saja dibutuhkan proses. 

Maka dari itu, di artikel ini saya akan memberikan beberapa tips, tentang cara agar anda bisa menambah modal anda untuk beli saham, terutama untuk anda yang saat ini ingin beli saham tapi masih terkendala dengan modal. 

1. Komitmen untuk mengelola pengeluaran (Beralih dari konsumtif ke investasi)

Mau tidak mau, anda harus 'berkorban' untuk mengurangi kegiatan2 konsumtif anda. Sebisa mungkin, selama masa anda mengumpulkan modal untuk investasi, anda hendaknya menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan2 konsumtif, dalam arti pengeluaran2 yang kurang diperlukan (misalnya anda terlalu sering hang out), dan anda bisa menunda pengeluaran2 yang sifatnya tidak urgent. 

Jadi pengeluaran yang anda lakukan hanya sebatas pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari alias tidak ada pengeluaran yang bersifat konsumtif. Hal ini anda lakukan KHUSUS ketika anda sedang menabung modal untuk buka rekening saham dan memulai investasi / trading. 

Apabila anda bisa menyisihkan uang Rp100.000 saja per bulan, selama 10 bulan atau kurang dari satu tahun, anda sudah bisa membuka rekening saham plus deposit modal ke rekening efek anda. Soalnya sekarang ada banyak sekuritas yang menyediakan fasilitas deposit minimum ketika anda membuka rekening efek. Baca juga: Daftar Kantor Sekuritas Deposit Dibawah Rp5 Juta.  

Kalau modal anda sudah terkumpul Rp1 juta atau untuk batas amannya Rp1,2 juta lah, anda sudah bisa membuka rekening efek plus beli saham. Sekarang saham2 LQ45 juga banyak yang harganya murah, yang bisa anda beli hanya dengan modal sekitar Rp1 juta. 

2. Gunakan diatas 80% penghasilan tambahan (jika ada) untuk dimasukkan di saham 

Untuk mempercepat anda dalam mengumpulkan modal, kalau anda memiliki penghasilan tambahan apapun itu, pendapatan dari penghasilan tambahan anda hendaknya anda sisihkan 80% untuk modal trading anda. 

Jangan sampai anda menghabiskan penghasilan tambahan anda untuk kegiatan2 yang kurang diperlukan. Padahal penghasilan tambahan ini sebenarnya bisa berperan cepat untuk meningkatkan modal anda, sehingga anda tidak butuh waktu yang terlalu lama untuk mengumpulkan modal anda.   

Anda yang sekarang lagi mengumpulkan modal untuk memulai buka rekening saham, anda bisa cari-cari penghasilan tambahan untuk anda, agar anda bisa lebih cepat siap (dari segi modal) untuk berbisnis saham. 

3. Jangan menghabiskan bonus ataupun THR yang anda terima 

Anda yang kerja kantoran yang menerima bonus akhir tahun misalnya, atau menerima Tunjangan Hari Raya (THR) tiap tahun, hendaknya anda menyisihkannya minimal 20% dari total yang anda terima. 

Banyak orang yang masih konsumtif ketika menerima bonus-bonus atau THR langsung habis dalam waktu cepat. Hal ini tentu tidak bijaksana terutama kalau anda punya komitmen berbisnis saham (tapi anda masih belum punya modal). Sisihkan bonus ataupun THR yang anda terima untuk anda persiapkan berbisnis saham. 

Itulah tiga cara yang bisa anda lakukan untuk menambah modal anda, sehingga anda yang ingin bisa mulai beli saham tapi nggak ada duitnya, anda bisa segera mewujudkan cita-cita anda, yaitu beli saham dapat untung.   

Well cara-cara diatas mungkin bukan hanya bisa diterapkan untuk saham saja. Yap, sebenarnya cara-cara ini bisa anda terapkan juga untuk kehidupan sehari-hari. Intinya, bijaksanalah mengelola duit anda. 

SETELAH ANDA MENGUMPULKAN MODAL, WHAT'S NEXT?

Nah mengumpulkan modal ini adalah tahapan awal. Kalau modal anda sudah cukup, anda harus melengkapi diri anda dengan bekal pengetahuan trading / investasi. Baca juga: Belajar Saham Pemula Sampai Expert. 

Ingatlah bahwa saham itu berisiko. Kalau anda nggak tahu cara trading dengan benar anda akan rugi besar. Di luar sana banyak sekali janji-janji palsu yang mengatakan anda bisa langsung untung, bisa cepat kaya dan lain2. 

Padahal anda diharuskan untuk membayar rekomendasi saham yang mahal, membayar seminar2 puluhan juta, di mana itu semua justru menghabiskan modal anda, dan tidak ada jaminan sama sekali anda langsung kaya. 

Itulah mengapa di web Saham Gain ini saya juga selalu menekankan edukasi bahwa bisnis saham itu nggak bisa kaya instan. Ada proses yang harus dilalui untuk mencapai semua itu. Bahwa target seorang pemula bukanlah dapat untung sebesar mungkin, tapi yang harus dilakukan pemula adalah menekan kerugian semaksimal mungkin. 

Bagaimana caranya agar anda bisa mengontrol kerugian. Kalau anda sudah tahu cara mengontrol kerugian di saham (anda nggak cut loss-cut loss mulu), barulah anda akan lebih mudah untuk dapat profit secara bertahap, dan akhirnya kalau anda sudah pengalaman, anda bisa untung konsisten.   

Karena kalau anda belum-belum berpikir langsung kaya dari saham, padahal anda nggak punya pengetahuan yang benar, yang ada modal anda akan habis total. Banyak sekali pemula yang tumbang dalam bisnis saham karena mereka mau langsung kaya, tanpa mengetahui cara mengontrol kerugian di saham. 

Jangan sampai anda ngumpulkan duit susah payah dari nol, lalu uang anda di saham melayang begitu saja. Sayang sekali kan? Di pasar saham seluruh modal anda adalah 100% tanggung jawab anda pribadi. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Cara Menentukan Sistem Trading Saham Terbaik

Cara Menentukan Sistem Trading Saham Terbaik

Sistem trading harus anda miliki pada saat anda menjalankan aktivitas trading. Tidak peduli strategi trading apa yang anda pilih (swing, intraday, scalping, positioning dan lain2), anda harus punya yang namanya SISTEM TRADING. 

Secara sederhanya, sistem trading itu adalah 'ramuan' atau formula trading yang anda miliki sebagai dasar anda untuk membeli maupun menjual saham. Saya biasa menyebutnya sebagai: Rahasia dapur trading. Sistem trading itu lebih kepada style trading anda secara personal. 

Sistem trading itu misalnya seperti ini: Anda hanya akan membeli saham kalau harga sahamnya sudah berada dibawah MA 25. Saya membeli saham kalau saham sudah dari garis Fibo 38,2%, karena anda melihat bahwa ketika saham break dari garis Fibo 38,2%, saham yang anda tradingkan selalu naik. 

Itu adalah contoh-contoh sistem trading. Jadi sistem trading ini memang lebih banyak menyangkut ramuan analisa saham (teknikal) sebagai 'panduan' trading anda. 

Sistem trading harus anda miliki sebagai guide anda. Kalau anda nggak punya sistem trading, anda bisa trading pakai analisa asal-asalan, dan anda tidak tahu arah, tidak tahu bagaimana melangkah di pasar saham. 

Saking pentingnya sistem trading, di luar sana banyak sekali tawaran-tawaran yang menjual sistem trading dengan iming-iming janji surga "langsung profit", "cepat kaya" dan sebagainya. 

Tapi faktanya sistem trading itu ada karena anda yang menciptakannya sendiri. Karena anda yang menciptakan sendiri, maka anda harus menentukan sistem trading yang terbaik untuk anda sendiri.  

Gimana caranya Pak Heze? 

Di web ini saya pernah menuliskan bahwa tidak ada yang namanya analisa teknikal terbaik. Analisa teknikal terbaik kembali lagi pada anda sendiri sebagai pengguna. Anda bisa baca artikel saya disini: Indikator Analisis Teknikal Terbaik. 

Jadi karena sistem trading itu berkaitan dengan sistem analisa yang anda ciptakan, maka jawabannya ya mengikuti: Hanya anda yang bisa menciptakan sistem trading terbaik untuk anda sendiri. Kriteria-kriteria saham yang layak anda beli, semuanya harus anda tentukan dari sistem trading anda. 

Supaya anda bisa mengetahui apakah sistem trading yang anda gunakan sekarang ini cocok untuk anda, maka yang harus anda lakukan adalah: Melakukan uji coba backtest sistem trading anda selama beberapa kali. 

Lakukan backtest sistem trading anda secara konsisten. Melakukan pengujian sistem trading tidak cukup hanya dilakukan 3-4 kali. Lakukan terus berkali-kali, sampai sistem trading tersebut benar-benar menghasilkan profit yang konsisten untuk anda.  

Kalau sistem trading anda bisa memberikan keuntungan 2-3 kali, lakukan terus pengujian sistem trading yang sama. Jangan berpindah ke sistem trading anda yang baru sebelum sistem trading tersebut terbukti tidak menguntungkan untuk anda.
Nah, kalau anda sudah menemukan sistem trading yang memberikan profit konsisten, anda bisa menggunakannya terus sebagai keputusan untuk trading anda. Baca juga: Strategi Trading Memilih Saham Naik. 

Menemukan dan menentukan sistem trading terbaik memang harus dilakukan dengan cara backtest, trial and error. Tetapi dengan cara itulah anda lama-lama akan menjadi tahu sendiri banyak analisa saham, dan kriteria2 saham, karena anda mempraktikannya sendiri.  

MENGGANTI SISTEM TRADING SUPAYA VARIATIF  

Saya sering mendengar anjuran trader untuk mengganti sistem trading secara berkala, supaya lebih fleksibel, bisa menyesuaikan kondisi market dan bisa dapat profit yang lebih konsisten. 

Tidak masalah anda mau mengganti sistem trading anda, atau mencoba hal yang baru dalam trading. Namun anda harus siap dengan konsekuensinya. Menentukan satu sistem trading saham yang cocok untuk anda itu tidak mudah. Anda harus melakukan backtest berkali-kali. 

Apalagi kalau anda mau mengganti sistem trading anda secara berkala. Itu artinya anda harus melakukan lagi pengujian2 sistem trading yang baru, di mana pengujian2 yang anda lakukan belum tentu cocok untuk anda.  

Itu artinya anda harus siap kehilangan waktu bahkan profit untuk menemukan lagi sistem trading yang baru. Saran saya, kalau anda sudah menentukan satu sistem trading saham terbaik untuk anda, hendaknya anda terus menggunakannya secara konsisten. 

Hal ini karena sistem trading yang bisa memberikan keuntungan secara konsisten itu tidak akan pernah usang. Yang perlu anda lakukan hanyalah menyesuaikan dengan kondisi psikologis, mood anda, dan perubahan pola saham sewaktu-waktu. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Makna Indeks Saham Dunia Bagi Pemain Saham

Makna Indeks Saham Dunia Bagi Pemain Saham

Kalau anda pemain saham, anda pasti setiap hari mendengar yang namanya indeks saham (dunia). Mengapa berita2 ekonomi setiap hari mengumumkan kalau indeks Dow Jones hari ini ditutup menguat / melemah? Apa pengaruhnya bagi IHSG, bagi Indonesia? Apakah kenaikan dan penurunan Indeks Dow juga berpengaruh pada keputusan trading Anda? Baca juga: Kumpulan Indeks Saham Dunia.

Di media masa, indeks saham dunia yang paling sering diberitakan (naik dan turun) adalah Indeks Amerika, terutama Indeks Dow Jones, SP500, dan Nasdaq. Lalu apa pengaruhnya ke Bursa saham Indonesia (IHSG)? 

Ketika Indeks Dow naik pada hari sebelumnya, maka IHSG akan cenderung ikut menguat pada perdagangan keesokan hari. Sebaliknya, saat Indeks Dow ditutup turun, maka IHSG akan cenderung mengikuti penurunan indeks Dow keesokan harinya. Mengapa demikian? Karena Amerika adalah negara dengan perekonomian terkuat, maka Bursa sahamnya biasanya menjadi acuan Bursa saham dunia, tidak hanya di Indonesia. 

Pada umumnya, ketika pergerakan IHSG mengikuti pergerakan Dow Jones, maka hal ini lebih karena sifat "latah" pelaku pasar, karena kalau Indeks Dow Jones lagi jatuh misalnya, maka pasti ada apa-apanya dengan Amerika (yang merupakan salah satu pusat ekonomi dunia). 

Sehingga, hal ini pada akhirnya bisa memberikan dampak juga bagi Indonesia. Pada akhirnya, penurunan Dow Jones akan diikuti dengan IHSG.

Perhatikan, kata kuncinya disini adalah cenderung. Artinya, saat Indeks Dow naik, TIDAK SELALU IHSG ikut naik, dan sebaliknya. 

Ada satu hal yang perlu Anda perhatikan. IHSG bisa juga cenderung mengikuti pergerakan Bursa saham Asia. Misalnya: SSE ditutup menguat karena analis memprediksi pertumbuhan ekonomi negeri panda akan membaik. Maka, IHSG biasanya akan ikut menguat. Ketika Indeks2 saham Asia menguat, IHSG biasanya juga cenderung ikut menguat.  

Apakah kenaikan  dan penurunan Indeks saham luar negeri seharusnya berpengaruh pada keputusan trading Anda? 

Tentu saja tidak.  Yang menjadi penggerak IHSG tidak lain adalah saham2 itu sendiri. Jadi seharusnya yang Anda analisis lebih dalam bukan IHSG-nya, tapi sahamnya. Setiap saham memiliki pola pergerakan teknikal sendiri. Tidak selalu saat IHSG turun, semua saham akan turun, dan sebaliknya saat IHSG strong bullish pun, tetap ada saham2 yang koreksi. Jadi, jangan salah menafsirkan: Kalau IHSG turun berarti jangan trading. Bukan begitu. 

Nah lho. Berarti apa gunanya mengetahui posisi IHSG dan Indeks luar negeri terhadap IHSG?

Kalau menurut saya, kita hanya perlu mengetahui untuk melihat posisi indeks saja. Alasan lainnya mungkin, kalau Bursa saham Asia, terutama Tiongkok tiba2 sedang dilanda rapor perekonomian yang jeblok, yang bisa menjatuhkan SSE cukup dalam (seperti tahun 2015), maka kemungkinan besar (hampir pasti) IHSG ikut jatuh. Sehingga, kalau IHSG sudah terjun bebas, maka ya Anda harus keluar dari pasar, jangan terburu trading kalau melihat saham2 yang sudah turun, ternyata masih turun lagi. 

Mungkin itu saja yang ingin saya sampaikan pada Anda tentang Indeks saham. Semoga bermanfaat untuk Anda. Anda the last, bagi Anda yang ingin belajar saham dan trading saham otodidak, mendapat cuan konsisten dari pasar saham, silahkan klik disini: Buku Saham.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Saham Gorengan: Cara Kerja Saham Pom Pom

Saham Gorengan: Cara Kerja Saham Pom Pom

Dalam trading saham, anda pasti sering sekali mendengar istilah saham pom pom. Terutama kalau anda join di grup-grup saham, pasti banyak sekali saham-saham yang sedang di pom pom. 

Jadi apa itu saham pom pom? Apakah saham seperti itu layak ditradingkan? Kenapa di grup-grup banyak direkomendasikan untuk membeli saham-saham pom pom? 

Intinya saham pom pom itu adalah SAHAM GORENGAN alias junk stock alias saham-saham lapis tiga (third layer). Yup, jadi kalau anda sering baca-baca tulisan di web Saham Gain ini, saya sudah sering membahas saham-saham gorengan. Pelajari juga: Saham Gorengan. 

Maka, istilah saham pom pom ini sebenarnya ya nyaris sama dengan saham gorengan. Tapi saham pom pom adalah saham yang SEDANG AKTIF-AKTIFNYA DINAIKKAN dengan cepat oleh BANDAR SAHAM. 

Lalu, bagaimana mekanisme saham yang di-pom pom tersebut? 

'Pom' berasal dari kata 'pump' yang artinya adalah memompa. Suatu benda (katakanlah bola basket) kalau dipompa pasti ukurannya akan semakin besar dalam waktu cepat. Jadi saham pom pom adalah saham yang dipompa agar harganya naik semakin tinggi dalam waktu singkat. Siapa yang memompa sahamnya? Tentu saja bandar saham. 

Bandar saham, dalam hal ini bisa perusahaan sekuritas atau beberapa kelompok tertentu (tentu dengan modal besar) berencana menaikkan harga Saham A dengan cara menyebarkan sentimen dan rumor tertentu, biasanya dilakukan melalui grup. 

Atau bandar biasanya hanya memberikan 'arahan' bahwa Saham A akan naik, ke harga sekian. Padahal jelas sekali bahwa saham A adalah saham yang tidak likuid, teknikalnya nggak jelas, pergerakan harga sahamnya sering tidak beraturan. Tujuannya, tentu saja trader2 ritel akan ikut membeli saham A, sehingga memudahkan bandar untuk mentransaksikan sahamnya. 

Dengan cara seperti ini, sang bandar akan lebih mudah membeli dan menjual sahamnya sendiri (melalui "bantuan" trader ritel yang ikut trading), dan bandar punya kesempatan untuk terus menaikkan harga saham di harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga awal. Aksi menaikkan harga saham secara cepat inilah yang dinamakan dengan aksi pom-pom / pump ('memompa' harga saham).

Perlu diingat juga, bahwa bandar bisa membeli dan menjual saham menggunakan rekening saham dengan nama lain (yang mentradingkan sebenarnya orang2 / pihak yang sama). Itulah mengapa seringkali saham gorengan harganya terlihat bisa bergerak begitu cepat, padahal transaksinya tidak likuid, dan sepertinya saham gorengan harganya bisa diatur dengan mudah secara cepat. 

Hal ini dikarenakan banyak 'transaksi semu' yang sebenarnya dilakukan oleh bandar yang sama, hanya menggunakan rekening yang berbeda nama. 

Nah ketika saham A sudah naik tinggi, dan di saat bersamaan semakin banyak trader2 ritel yang masuk di saham A, karena trader2 yang sebelumnya diajak membeli melalui grup2 saham, berpikir: 

"Wihh beneran naik tinggi nih. Kayaknya saham A ini bakalan naik lagi. Kalau nggak beli sekarang, bisa ketinggalan kereta. Ikutan ah, udah banyak trader lain yang dapat profit di Saham A ini."

Secara tidak disadari, trader2 ritel ikut "membantu" bandar untuk pom pom saham di harga yang sudah tinggi. Jadi katakanlah saham A sebelumnya hanya di Rp80, setelah di pom pom bandar harganya jadi Rp92. 

Setelah itu, banyak trader ritel ikutan masuk, dan sahamnya naik lagi jadi Rp97. Di sisi lain, sebenarnya masih ada bandar-bandar yang memasang bid (beli) pada harga Rp91, Rp92. Jadi kalau sudah naik ke Rp97, artinya bandar yang pasang bid di harga Rp91 pun sudah untung banyak. 

Ketika saham A sudah beneran naik tinggi sesuai harapan bandar, bandar kemudian akan melakukan aksi jual saham secara besar-besaran, sehingga harganya turun secara drastis tanpa ampun. Bahkan kalau bandar sudah jual besar-besaran, harga saham bisa turun puluhan - ratusan persen. 

Dan kalau bandar sudah nggak tertarik menaikkan alias pom pom lagi sahamnya, maka ya sudah, sahamnya akan berada di harga itu-itu saja dalam waktu lama. 

Itulah kenapa buanyaaak trader ritel yang selalu mengeluh: "Sahamku nyangkut di harga puncak. Begitu dibeli, langsung anjlok parah sahamnya."

Setelah saya cek, ternyata saham yang dibeli adalah saham2 lapis tiga, yang dari chartnya sudah di pom pom bandar (karena naik tinggi secara masif dalam waktu singkat). 

Karena banyak trader yang sudah terjebak membeli saham pom pom melalui "arahan" di grup, dan tidak sedikit trader yang ketinggalan kereta akhirnya membeli saham di harga puncak dan secara tidak sadar mereka membantu bandar untuk melakukan pom pom saham juga. 

Di saat itulah bandar melihat banyak trader masuk di harga agak atas, dan sahamnya naik semakin tinggi, bandar langsung jual secara besar-besaran. Turunlah sahamnya secara drastis, dan trader2 yang sudah beli saham di harga atas, banyak yang nggak sempat jualan. 

Saham yang di pom pom umumnya saham lapis tiga, karena saham2 lapis tiga memiliki market cap yang kecil dan biasanya nominal harga sahamnya juga sangat rendah, sehingga likuiditasnya juga kecil. 

Hal inilah yang membuat bandar lebih mudah melakukan pom pom pada suatu saham, karena kalau bandar ingin pom pom di saham blue chip misalnya, maka akan jauh lebih sulit dilakukan, karena di saham2 blue chip dan saham2 likuid, peminatnya (trader ritel) banyak, dan saham2 blue chip nominalnya cenderung mahal dibandingkan saham2 gorengan. 

Banyak trader yang mencari saham2 murah (dibawa Rp500, atau bahkan cuma Rp100-an) dengan tujuan dapat untung cepat, banyak dengan modl sekecil mungkin. Momen seperti inilah yang dimanfaatkan bandar untuk "merekomendasikan" pada trader2 ritel saham2 yang akan di pom pom. 

PELAJARAN PENTING DARI SAHAM POM POM

Mengingat banyak trader ritel yang sering terjebak di saham pom pom, maka ada baiknya kita semua mengambil pelajaran penting dari saham pom pom yang berisiko tinggi: 

1. Jangan mudah percaya dengan rekomendasi2 di grup2 saham 
2. Waspadai rekomendasi saham gorengan
3. Semakin banyak saham gorengan di-blow up, risiko di pom pom semakin besar
4. Selalu analisa saham sebelum membeli
5. Prioritaskan di saham2 likuid
6. Pahami analisa teknikal & fundamental sebelum anda beli saham 
7. Jika ingin trading saham pom pom, anda harus disiplin take profit & cut loss 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Kunci Sukses Trading Harian Saham

Kunci Sukses Trading Harian Saham

Strategi trading saham ada bermacan-macam. Dan salah satu strategi trading yang cukup banyak dipraktikkan trader untuk meraih keuntungan jangka pendek adalah trading harian saham alias INTRADAY TRADING. 

Namun di satu sisi, intraday trading seringkali "menjebak" mindset trader. Tidak sedikit trader yang ingin mencoba intraday trading dengan tujuan ingin cepat kaya dari saham. Mindset-mindset seperti pada akhirnya hanya akan mengarahkan trader pada tindakan gambling. 

Padahal kalau intraday trading dilakukan dengan cara yang benar, anda bisa mendapatkan profit yang maksimal, dan konsisten. Intraday trading sangat bagus untuk anda yang ingin menerapkan trading cepat, dan tidak ingin hold saham terlalu lama.

Saya juga sudah membahas praktik2 dan cara-cara memilih saham yang bagus untuk intraday, dan strategi2 yang sudah saya praktikkan sendiri disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Untuk anda para trader harian (intraday trading), anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar anda bisa mencetak profit yang lebih konsisten. Poin-poin ini seringkali dilewatkan oleh para trader saham: 

1. Memilih saham yang layak untuk trading harian 

Kalau anda swing trader, pilihlah saham yang bagus untuk swing trading. Kalau anda trader harian, pilihlah saham yang bagus untuk trading harian. Jang memilih saham yang volatilitasnya liar dan sulit dianalisa dengan analisis teknikal.

Pelajari juga: Cara Memilih Saham yang Bagus untuk Trading Harian. 

Dalam intraday trading, anda hendaknya memilih saham-saham yang mudah naik secara stabil dalam jangka pendek, saham2 yang likuid pergerakannya, saham2 yang punya pergerakan harga yang wajar dan volatilitasnya bagus. 

Ketika anda memilih saham2 yang punya pergerakan baik dan menganalisa, maka disitulah anda akan mendapatkan peluang profit yang lebih baik, ketimbang anda membeli saham2 yang berisiko tinggi untuk trading harian. 

Trading harian memiliki frekuensi trading dan memantau market yang lebih sering. Oleh karena itu, jangan membuat diri anda stres dengan membeli saham2 yang risikonya tinggi.

2. Mengelola modal 

Banyak trader harian yang ketagihan membeli saham ketika bisa mendapatkan profit dalam waktu singkat. Sehingga hal ini membuat trader jadi lupa untuk mengelola modal (manajemen modal) dengan benar. Karena ketagihan dapat profit harian, trader kerap kali membeli banyak saham di portofolio tanpa pertimbangan yang baik, akhirnya justru saham trader menjadi nyangkut. 

Jadi di dalam mengelola modal untuk trading harian, sebaiknya anda pertimbangkan hal-hal berikut: 

- Jangan menggunakan margin trading
- Beli 1-2 saham maksimal dalam sehari
- Utamakan membeli saham yang punya pergerakan bagus 
- Tetap sisakan cash balance (jangan semua modal dipakai trading harian)

3. Mengontrol emosi trading 

Tidak bisa dipungkiri bahwa dapat untung cepat di saham sangat menyenangkan untuk seorang trader. Namun walaupun demikian, anda harus tetap mengontrol emosi trading. 

Tanpa emosi trading, trading harian bisa menjadi gambling dan menimbulkan risiko yang sangat berbahaya untuk seorang trader. Dalam mengontrol emosi untuk trading harian, anda harus pertimbangkan hal-hal berikut: 

- Memasang target trading yang realistis 
- Jika sudah profit, pertimbangkan untuk mengurangi trading (istirahat)
- Jangan beli trading hanya karena anda ingin untung cepat
- Tetap menganalisa sebelum beli saham

Poin-poin diatas ini sering diabaikan oleh trader-trader harian. Maka dari itu, kalau anda merasa melewatkan poin2 penting ini, anda harus segera mengevaluasi trading anda. 

Sukses dalam trading harian sangat ditentukan dari kemampuan trader dalam mengontrol emosi, karena trading harian identik dengan 'keakraban' trader melihat fluktuatif harga jangka pendek. Tanpa kontrol emosi yang baik, profit anda tidak akan berjalan dengan maksimal. 

Jadi kunci sukses trading harian saham ditentukan oleh: Analisa saham yang benar, manajemen modal dan kemampuan anda mengontrol emosi trading. Anda yang ingin trading harian, selalu aplikasikan poin2 tersebut di dalam aktivitas trading anda. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Dua Cara Mengontrol Kerugian di Saham

Dua Cara Mengontrol Kerugian di Saham

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan pertanyaan dari salah seorang rekan trader tentang mengontrol kerugian di saham. Pertanyaan sebagai berikut: 

"Pak Heze, bagaimana cara agar kerugian di saham bisa ditekan seminimal mungkin, karena fluktuasi harga saham bisa membuat trader mengalami kerugian yang cukup besar. Apakah Pak Heze bisa share pengalamannya?"

Mengontrol kerugian di saham sebenarnya bisa anda lakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut: 

1. Cut loss 

Yup, cut loss adalah metode / strategi yang PALING UMUM digunakan oleh semua trader untuk memproteksi kerugian. Jadi ingat bahwa kata kunci cut loss adalah PROTEKSI kerugian. 

Karena tujuan cut loss adalah proteksi kerugian, maka cut loss adalah cara untuk mengontrol kerugian di saham. So katakanlah anda membeli saham A di harga 2.000. Saham A terus turun ke 1.900. Beberapa hari kemudian saham A terus anjlok sampai 1.000, dan akhirnya saham A nggak stagnan di 1.000. 

Bisa anda bayangkan jika anda tidak melakukan cut loss / proteksi kerugian ketika saham anda turun ke 1.900-an misalnya. Maka saham anda akan nyangkut.  Secara hitung2-an anda mungkin belum rugi  karena anda belum jual, tetapi modal anda akan 'terpenjara'. 

Tapi cut loss tidak boleh asal anda lakukan. Anda harus tahu kapan anda cut loss, kapan anda hold. Kalau anda cut loss hanya karena terbawa emosi, maka yang terjadi adalah saham anda 

Anda bisa baca tulisan saya disini: Saham Turun: Pilih Cut Loss atau Hold?. Di pos tersebut saya memberikan banyak pandangan berdasarkan pengalaman saya, tentang kapan anda harus melakukan cut loss, dan kapan sebaiknya saham tidak perlu di cut loss. 

2. Tradingkan saham yang risikonya kecil 

Jika anda ingin mengontrol kerugian di saham, maka cara efektif yang bisa anda lakukan adalah: Tradingkan saham-saham yang risikonya kecil. 

Saham yang risikonya kecil berarti: Saham tersebut adalah saham yang polanya anda pahami secara pribadi. Maksudnya adalah, anda sudah sering mentradingkan saham tersebut, atau secara analisa yang biasa anda gunakan, anda menilai bahwa saham tersebut punya potensi naik. 

Dengan cara ini anda bisa meminimalkan risiko dari kerugian saham. Sebagian besar trader mengalami rugi yang besar karena trader nekad membeli suatu saham, hanya karena returnnya terlihat menggiurkan.. 

Contoh, anda membeli saham hanya karena saham tersebut lagi booming. But actually saham tersebut sudah di ujung tren naiknya sehingga saat anda beli harganya langsung anjlok. Atau anda beli saham, hanya karena saham tersebut sering naik puluhan persen dalam sehari, padahal anda sebenarnya  tidak memahami bagaimana karakteristik saham tersebut. 

Kalau anda sudah tahu bahwa ada saham yang memiliki risiko yang besar. Kalau anda sudah tahu bahwa ada saham yang anda tidak yakin dengan saham tersebut akan naik, kalau anda sudah tahu saham tersebut adalah saham gorengan, maka ada baiknya anda tidak mentradingkannya jika anda ingin kerugian anda bisa lebih dikontrol. Itulah mengapa anda harus punya stock pick dalam trading. Baca juga: Saham Pilihan Hari Ini - Apa Saham Pilihan Anda? 

Jadi dengan mentradingkan saham2 yang risikonya kecil, dalam hal ini adalah saham2 yang likuid, saham2 yang anda paham pergerakannya, saham2 yang bisa anda analisa dengan analisis teknikal, maka anda bisa mengontrol kerugian dari trading saham. Baca juga: Strategi Memilih Saham untuk Trading. 

Dua cara ini selalu saya gunakan untuk meminimalkan kerugian pada saat trading. Dan cara ini memang sangat efektif untuk menekan loss. 

Kerugian dari trading saham semakin bisa anda kontrol ketika anda semakin berpengalaman dalam trading. Jadi kalau anda sekarang masih sering rugi, maka jangan cepat putus asa, karena dulu saya saat masih satu-dua tahun pertama trading, juga mengalami hal yang sama. Asah terus analisa anda, dan terapkan kedua cara yang saya tuliskan tadi, terutama untuk poin kedua.


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.