Tempat Beli Saham yang Aman

Tempat Beli Saham yang Aman

Para pemula yang ingin belajar saham seringkali bertanya seperti ini: "Pak Heze, dimana tempat beli saham yang aman?" Apakah beli saham itu penipuan atau bukan?"

Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu saja hal-hal utama yang harus anda pahami adalah: Dimana tempat transaksi saham? Siapa yang menjamin transaksi saham anda aman?

Transaksi jual beli saham alias trading saham anda lakukan melalui SOFTWARE ONLINE TRADING. Jadi, software online trading ini disediakan oleh KANTOR SEKURITAS SAHAM. 

Contoh2 kantor sekuritas di Indonesia bisa anda Googling. Ada banyak sekali. Beberapa kantor sekuritas yang pernah saya bahas, bisa anda pelajari juga disini: Daftar Kantor Sekuritas Deposit Dibawah Rp5 Juta. 

Kalau anda ingin paham cara membuka akun saham di kantor sekuritas, anda bisa pelajari pada fasilitas free ebook (33 halaman) yang pernah saya tulis disini: Ebook Gratis Panduan Membeli Saham Bagi Pemula. Saya sudah menjelaskan dengan detail cara-cara memulai trading dan investasi saham. 

Nah, software online trading saham yang disediakan oleh kantor sekuritas ini terhubung langung dengan sistem di Bursa Efek Indonesia (BEI). Siapa itu BEI? 

Menurut Wikipedia, BEI adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek (saham) perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa. Jadi kantor BEI sendiri terdiri dari banyak orang dan sistem yang sudah terstruktur yang bertugas untuk mengawasi jalannya perdagangan beli jual saham, dan memastikan bahwa sistem perdagangan saham berjalan dengan teratur dan semestinya.

Jika anda masih belum terlalu paham dengan definisi BEI, maka saya mengibaratkan BEI itu seperti manajemen mall, sedangkan saham2 yang ada / terdaftar di BEI itu ibarat produk2 yang ada di mall, dan anda trader saham adalah para pembeli dan penjual saham-saham tersebut. 

Untuk lebih jelasnya, anda bisa baca lagi tulisan saya disini: Belajar Saham: Trading Saham Online

Jadi kesimpulannya, tempat beli saham yang aman yaitu harus dilakukan melalui kantor sekuritas resmi (ada izin legal dan kantor sekuritas tersebut terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Artinya, kalau anda ingin beli saham, datanglah ke kantor sekuritas atau anda bisa buka akun secara online (sudah saya jelaskan di free ebook link sebelumnya cara-caranya).

Oke, terus gimana caranya anda bisa tahu kalau kantor sekuritas sudah ada izin dan terdaftar di BEI?

Kalau anda mau tahu caranya yang simpel, sebenarnya anda tinggal Googling saja daftar kantor sekuritas di Indonesia, atau anda bisa cari referensi tentang kantor2 sekuritas yang ternama, atau yang sering dipakai oleh trader saham. 

Dari saya pribadi, saya punya beberapa list (tidak bermaksud promosi) antara lain: BNI Sekuritas, Indopremier, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Mirae Aset Sekuritas dan lain2. Anda bisa juga bisa baca disini: Daftar Kantor Sekuritas Deposit Dibawah Rp5 Juta. 

Perhatikan juga track record sekuritas yang bersangkutan. Kalau perusahaan sekuritas sering bermasalah dengan nasabah, maka hindari kantor sekuritas tersebut. Anda bisa Googling untuk mencari sumber informasi tentang kantor sekuritas tertentu, mulai dari kredibilitasnya, 

"Pak Heze, memang kalau trading di kantor sekuritas beneran aman?" Tanya anda

Tentu saja aman. Pilihlah sekuritas yang kredibel dan terdaftar di BEI. Perdagangan saham di BEI itu sebenarnya juga sama seperti ketika anda berdagang di pasar. 

Ibaratnya, analogikan anda sedang belanja di pasar atau mall. Apakah mungkin ketika anda beli barang di pasar atau mall, anda ditipu? Misalnya anda sudah membayar namun barangnya tidak diberikan? Tidak mungkin kan? Kalau anda belanja di pasar, pasti ada uang ada barang.  

Demikian juga dengan transaksi saham di BEI. Pembelian dan penjualan saham akan terjadi ketika order yang ditempatkan masing2 trader sama-sama deal, atau bahasa sahamnya matched.

Ketika order matched, maka saat anda beli saham, anda akan mendapatkan saham anda. Sebaliknya, saat anda jual saham, maka anda melepas saham, dan uang anda akan kembali beserta profit (jika anda jual saham anda naik).

Hanya bedanya dengan perdagangan konvensional, perdagangan saham itu dilakukan secara online, sehingga anda tidak melihat / bertemu secara langsung pembeli dan penjual saham di Bursa. 

Jadi kalau anda ditawari oleh pihak-pihak tertentu untuk investasi atau beli saham-saham Indonesia di tempat lain selain sekuritas yang terdaftar di Bursa Efek, apalagi dengan iming-iming diberikan bunga, return yang besar dan sebagainya, jangan pernah mengikuti saran tersebut. 

Ingat apa yang sudah kita bahas bersama di pos ini, bahwa tempat beli saham yang aman hanya bisa dilakukan jika anda sudah membuka akun saham di kantor sekuritas (trading dilakukan melalui software online trading dari sekuritas), yang terhubung langsung melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Tempat Beli Saham yang Aman

Tempat Beli Saham yang Aman

Para pemula yang ingin belajar saham seringkali bertanya seperti ini: "Pak Heze, dimana tempat beli saham yang aman?" Apakah beli saham itu penipuan atau bukan?"

Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu saja hal-hal utama yang harus anda pahami adalah: Dimana tempat transaksi saham? Siapa yang menjamin transaksi saham anda aman?

Transaksi jual beli saham alias trading saham anda lakukan melalui SOFTWARE ONLINE TRADING. Jadi, software online trading ini disediakan oleh KANTOR SEKURITAS SAHAM. 

Contoh2 kantor sekuritas di Indonesia bisa anda Googling. Ada banyak sekali. Beberapa kantor sekuritas yang pernah saya bahas, bisa anda pelajari juga disini: Daftar Kantor Sekuritas Deposit Dibawah Rp5 Juta. 

Kalau anda ingin paham cara membuka akun saham di kantor sekuritas, anda bisa pelajari pada fasilitas free ebook (33 halaman) yang pernah saya tulis disini: Ebook Gratis Panduan Membeli Saham Bagi Pemula. Saya sudah menjelaskan dengan detail cara-cara memulai trading dan investasi saham. 

Nah, software online trading saham yang disediakan oleh kantor sekuritas ini terhubung langung dengan sistem di Bursa Efek Indonesia (BEI). Siapa itu BEI? 

Menurut Wikipedia, BEI adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek (saham) perusahaan yang sudah terdaftar di Bursa. Jadi kantor BEI sendiri terdiri dari banyak orang dan sistem yang sudah terstruktur yang bertugas untuk mengawasi jalannya perdagangan beli jual saham, dan memastikan bahwa sistem perdagangan saham berjalan dengan teratur dan semestinya.

Jika anda masih belum terlalu paham dengan definisi BEI, maka saya mengibaratkan BEI itu seperti manajemen mall, sedangkan saham2 yang ada / terdaftar di BEI itu ibarat produk2 yang ada di mall, dan anda trader saham adalah para pembeli dan penjual saham-saham tersebut. 

Untuk lebih jelasnya, anda bisa baca lagi tulisan saya disini: Belajar Saham: Trading Saham Online

Jadi kesimpulannya, tempat beli saham yang aman yaitu harus dilakukan melalui kantor sekuritas resmi (ada izin legal dan kantor sekuritas tersebut terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Artinya, kalau anda ingin beli saham, datanglah ke kantor sekuritas atau anda bisa buka akun secara online (sudah saya jelaskan di free ebook link sebelumnya cara-caranya).

Oke, terus gimana caranya anda bisa tahu kalau kantor sekuritas sudah ada izin dan terdaftar di BEI?

Kalau anda mau tahu caranya yang simpel, sebenarnya anda tinggal Googling saja daftar kantor sekuritas di Indonesia, atau anda bisa cari referensi tentang kantor2 sekuritas yang ternama, atau yang sering dipakai oleh trader saham. 

Dari saya pribadi, saya punya beberapa list (tidak bermaksud promosi) antara lain: BNI Sekuritas, Indopremier, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Philip Sekuritas, Mirae Aset Sekuritas dan lain2. Anda bisa juga bisa baca disini: Daftar Kantor Sekuritas Deposit Dibawah Rp5 Juta. 

Perhatikan juga track record sekuritas yang bersangkutan. Kalau perusahaan sekuritas sering bermasalah dengan nasabah, maka hindari kantor sekuritas tersebut. Anda bisa Googling untuk mencari sumber informasi tentang kantor sekuritas tertentu, mulai dari kredibilitasnya, 

"Pak Heze, memang kalau trading di kantor sekuritas beneran aman?" Tanya anda

Tentu saja aman. Pilihlah sekuritas yang kredibel dan terdaftar di BEI. Perdagangan saham di BEI itu sebenarnya juga sama seperti ketika anda berdagang di pasar. 

Ibaratnya, analogikan anda sedang belanja di pasar atau mall. Apakah mungkin ketika anda beli barang di pasar atau mall, anda ditipu? Misalnya anda sudah membayar namun barangnya tidak diberikan? Tidak mungkin kan? Kalau anda belanja di pasar, pasti ada uang ada barang.  

Demikian juga dengan transaksi saham di BEI. Pembelian dan penjualan saham akan terjadi ketika order yang ditempatkan masing2 trader sama-sama deal, atau bahasa sahamnya matched.

Ketika order matched, maka saat anda beli saham, anda akan mendapatkan saham anda. Sebaliknya, saat anda jual saham, maka anda melepas saham, dan uang anda akan kembali beserta profit (jika anda jual saham anda naik).

Hanya bedanya dengan perdagangan konvensional, perdagangan saham itu dilakukan secara online, sehingga anda tidak melihat / bertemu secara langsung pembeli dan penjual saham di Bursa. 

Jadi kalau anda ditawari oleh pihak-pihak tertentu untuk investasi atau beli saham-saham Indonesia di tempat lain selain sekuritas yang terdaftar di Bursa Efek, apalagi dengan iming-iming diberikan bunga, return yang besar dan sebagainya, jangan pernah mengikuti saran tersebut. 

Ingat apa yang sudah kita bahas bersama di pos ini, bahwa tempat beli saham yang aman hanya bisa dilakukan jika anda sudah membuka akun saham di kantor sekuritas (trading dilakukan melalui software online trading dari sekuritas), yang terhubung langsung melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Cara Mencari Data Jumlah Saham yang Diperdagangkan

Cara Mencari Data Jumlah Saham yang Diperdagangkan

Anda mungkin sedang mencari data jumlah saham yang diperdagangkan. Sebelum saya membahas lebih lanjut, jumlah saham yang diperdagangkan merupakan jumlah saham yang diperdagangkan oleh trader setiap harinya. 

Jumlah saham perusahaan yang beredar yang diperdagangkan oleh trader itulah yang dinamakan dengan saham yang diperdagangkan. Pada umumnya, sebagian besar saham di Bursa Efek akan diperdagangkan oleh trader. 

Jumlah saham yang diperdagangkan disebut juga dengan VOLUME TRANSAKSI. Jumlah saham yang diperdagangkan bisa dilihat berdasarkan jumlah saham yang diperdagangkan pada time frame harian, mingguan maupun bulanan. 

Kalau anda ingin mencari data jumlah saham yang diperdagangkan, anda bisa mencarinya dengan mudah melalui situs Yahoo Finance. Berikut langkah-langkahnya: 

1. Buka finance.yahoo.com

2. Anda akan melihat tampilan situs Yahoo finance dibawah ini.


(Klik gambar untuk memperbesar)

Pada menu diatas di-sebelah 'search' pilih kode saham yang ingin anda cari data volume transaksinya. Misalnya anda ingin memilih PT Astra International, maka ketikkan kode sahamnya, yaitu ASII. 

Jangan lupa untuk tambahkan .JK setelah kode saham. JK ini menunjukkan Jakarta Composite Index. Jika anda tidak menambahkan kode .JK setelah kode saham, maka data tidak akan muncul. Misalnya anda ingin mencari data volume transaksi ASII, maka ketikkan ASII.JK setelah itu klik Search. Maka akan muncul beberapa pilihan. 

3. Pilih historical data



Untuk menampilkan data jumlah saham yang diperdagangkan, klik historical data dan kemudian akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini: 


(Klik gambar untuk memperbesar)

'Volume' pada sisi kanan sendiri itulah jumlah saham yang diperdagangkan. Anda bisa mengubah frequency jumlah saham yang diperdagangkan menjadi Daily, Weekly atau Monthly. 

Kemudian anda juga bisa setting time period sesuai kebutuhan anda. Misalnya anda ingin mencari data 1 bulan saja, anda bisa mengubah sendiri time periodnya. 

Itulah cara mencari data jumlah saham yang diperdagangkan... Semoga bermanfaat.. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Sukses di Saham: Uang Atau Pengetahuan?

Sukses di Saham: Uang Atau Pengetahuan?

Ukuran sukses tidaknya seseorang, biasanya diukur dengan berapa banyak uang yang bisa anda dapatkan. Itulah kenapa orang kaya selalu identik atau dianggap sebagai orang sukses. 

Di saham pun demikian. Sukses tidaknya trader / investor saham, biasanya selalu dengan ukuran banyak sedikitnya profit (uang) yang anda terima. Saya pribadi juga setuju bahwa ukuran sukses seorang trader tentu saja adalah profit, karena profit adalah tujuan anda anda beli saham kan? 

Tapi bukan berarti uang atau profit adalah satu-satunya ukuran anda bisa dikatakan sukses di saham. Kok bisa begitu? Memangnya ada ukuran lain yang lebih penting? Jawabannya: Ada. 

Banyak trader saham yang bisa mendapatkan profit besar, namun profit yang didapatkan 'hanya kebetulan' alias tanpa menganalisa dan hanya asal beli saham, kemudian saham yang dibeli naik. Bahkan tidak sedikit trader yang beli saham hanya dengan mengandalkan kata-kata 'para pakar'.

Kalau 'pakar' lain menyuruh beli atau pom-pom saham, trader akan ikuti apapun saran dari orang lain, tanpa menganalisa terlebih dahulu. Apa dampaknya? 

Trader hanya bisa mendapatkan profit besar dalam jangka pendek, namun karir trading dan portofolio trader akhirnya tidak bertahan dalam jangka panjang. 

Ya sebenarnya sah-sah saja. Yang trading anda sendiri. Modal juga dari anda sendiri. Tapi kalau anda yang mengalaminya sendiri, apakah yakin anda mau membuang-buang modal dan waktu anda di saham? Tentu saja tidak kan? 

Nah, sekarang saya berikan 2 contoh trader A dan trader B yang mengalami dua proses trading yang berbeda (apa yang saya paparkan bukan hanya sekedar contoh, namun juga sering terjadi di pasar saham). 

Contoh 1

Trader A berhasil mendapatkan profit Rp50 juta hanya dalam 2 bulan trading. Tapi profit yang didapatkan adalah dari hasil membeli saham2 gorengan, dan mengikuti kata-kata para 'pakar', tanpa menganalisa sahamnya. 

Trader A sejatinya tetap belum paham bagaimana cara memilih saham yang layak, walaupun berhasil mendapatkan profit fantastis dalam 2 bulan. 

Di beberapa bulan berikutnya, trader mulai rugi, dan bahkan kerugiannya lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan pertama, karena trader terus membeli saham dengan cara gambling, ketagihan dengan profit, dan tidak menganalisa. 

Contoh 2

Dengan modal yang kurang lebih sama dengan trader A, Dalam 2 bulan trading, trader B 'hanya' mendapatkan profit sebesar Rp1,5 juta. Tetapi trader B membeli saham-saham yang risikonya kecil. 

Trader B selalu menganalisa sebelum membeli. Trader B tidak langsung menelan kata 'para pakar' dan tidak mau terpengaruh ajakan-ajakan untuk masuk di saham-saham yang di pom-pom. 


Di beberapa bulan berikutnya, trader B memang masih belum bisa mendapatkan profit sebesar Rp50 juta seperti yang dilakukan trader A. Namun trader B tetap bisa KONSISTEN dengan trading plan, tidak tidak mengalami kerugian besar. 

Justru modal trader B semakin berkembang, profit lebih konsisten, dan trader B bisa mencairkan (withdraw) keuntungan Rp1,5 juta pada 2 bulan trading sebelumnya. 

Dari dua trader diatas, mana yang menurut anda bisa dikatakan lebih sukses? 

Awalnya, banyak yang berpikir bahwa trader A jauh lebih sukses daripada trader B karena trader A terbukti bisa mendapatkan profit yang jauh lebih besar dibandingkan trader B. Trader A bisa pamer profit Rp50 juta. 

Trader A hanya butuh waktu 2 bulan untuk mendapatkan profit sebesar Rp50 juta dari saham, dengan trader B masih membukukan profit Rp1,5 juta dalam 2 bulan dengan modal yang sama. 

Tetapi kalau kita cermati dalam jangka panjang, karir dari trader B jauh lebih baik, dan lebih panjang dibandingkan trader A. Dengan kondisi dan cara trading seperti trader A, maka akan membuat psikologis trader semakin hancur, sehingga menciptakan banyak saham di portofolio yang tidak sehat. 

Jadi ukuran sukses di saham yang utama itu bukan hanya profit, tapi PENGETAHUAN yaitu pengetahuan anda tentang saham: Anda bisa menganalisa secara mandiri, bisa mengatur modal bahkan mengembangkan modal, bisa memilih saham, bisa menjadi paham tentang ilmu-ilmu trading yang sebelumnya belum pernah anda ketahui (naik level). 

Kalau anda hanya mengukur sukses di saham dengan ukuran uang alias berapa besarnya profit yang bisa didapatkan, maka profit besar di saham itu bisa didapatkan dengan banyak cara. 

Mulai dari menganalisa sendiri, "mencontek" saham orang lain, ikut beli saham yang di pom-pom, bahkan dengan asal-asalan beli saham gorengan pun bisa membuat anda profit besar dalam waktu singkat. 

Nah, tapi yang jadi persoalan, kalau anda profit tanpa menganalisa, tanpa tahu ilmu sebenarnya dari trading saham (analisis teknikal, manajemen modal, mengelola psikologis, diversifikasi), seberapa mampu anda bertahan di pasar saham dalam jangka panjang? 

Di berbagai buku atau sumber lainnya, saya yakin anda juga sering mendengar: Salah satu yang menyebabkan orang jatuh adalah uang. Yup, jadi uang bisa membuat anda menjadi rakus, ketagihan dan tidak terkontrol. 

Hal inipun juga sering terjadi dalam trading saham. Banyak trader saham yang ketika berhasil profit besar, lalu terus ketagihan trading, dan tidak mau mengelola emosi tradingnya. Akhirnya, profit berubah jadi rugi.

Jadi dalam trading saham, jangan hanya melulu melihat uang alias profit sebagai tolok ukur utama. Hal utama sukses di saham sebenarnya adalah PENGETAHUAN anda tentang pasar saham itu sendiri. 

Kalau anda memiliki pengetahuan trading, anda praktikkan, maka profit akan mengikuti. Tapi kalau anda belum punya pengetahuan trading dan langsung berharap untung, maka jangan berharap anda bisa sukses jangka panjang di saham. 

Walaupun ukuran besar kecilnya profit tiap trader bisa berbeda-beda, namun setidaknya sebelum anda trading, anda harus kuasai dulu pengetahuan tentang trading (analisis teknikal, fundamental, analisa makro ekonomi & IHSG, kontrol emosi dan modal).


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Investasi Saham: Beli Saham Apa?

Investasi Saham: Beli Saham Apa?

Saham-saham yang bisa anda pilih untuk investasi sangatlah banyak. Dan setiap saham juga memiliki tipikal sendiri, sesuai dengan karakter sektor usaha dan risikonya (saham high rik dan saham low risk). 

Saham apa yang akan anda pilih untuk diinvestasikan? Saham apa yang mau anda beli? Pelajari juga full praktik analisis investasi & fundamental saham disini: Ebook Analisis Investasi Saham Pemula - Expert. 

Berikut beberapa pergerakan saham-saham berdasarkan karakternya yang bisa anda pilih untuk investasi: 

1. Saham defensif

Saham defensif adalah saham2 yang punya pergerakan harga yang cenderung lambat alias volatilitasnya kecil, misalnya saham2 di sektor consumer goods seperti saham Indofood (INDF dan ICBP).

Saham2 yang bergerak cenderung lambat biasanya dikarenakan produk2 perusahaan adalah produk2 yang bisa bertahan dalam jangka panjang dan selalu dikonsumsi masyarakat (produk2 makanan misalnya). Kalau anda adalah tipikal investor yang tidak menyukai risiko tinggi, anda bisa memilih saham2 defensif untuk investasi. 

Namun kelemahannya, saham defensif cenderung memiliki return saham yang lebih lama dibandingkan saham2 yang lebih volatil.

2. Saham low risk

Saham low risk adalah saham2 yang pergerakannya cenderung lebih stabil dalam jangka panjang. Saham low risk biasanya identik dengan saham blue chip. Saham2 defensif sebenarnya juga masuk dalam saham low risk, namun tidak semua saham blue chip masuk dalam saham defensif. 

Contoh2 saham low risk biasanya adalah saham2 blue chip. Baca juga: Daftar Saham Blue Chip di Indonesia. Perusahaan2 blue chip memiliki kinerja bagus serta produk2nya sudah terkenal di masyarakat, sehingga harga sahamnya lebih banyak diincar oleh trader / investor. 

3. Saham "high risk"

Saham "high risk" untuk investasi adalah saham2 yang memiliki volatilitas harga yang cukup tinggi. Misalnya adalah saham2 komoditas (batu bara, CPO). Contohnya anda bisa perhatikan saham PTBA, ITMG, di mana saham2 tersebut memiliki volatilitas harga saham yang jauh lebih tinggi dibandingkan saham2 consumer goods misalnya. 

Kelebihan saham high risk adalah bisa menjadi multi bagger investment. Maksudnya adalah saham2 yang high risk bisa memberikan peluang return yang jauh lebih tinggi dan berkali-kali lipat ketika sektor usaha tersebut sedang bangkit atau booming. 

4. Value investing 

Konsep value investing adalah mencari perusahaan yang memiliki kinerja sangat baik, dan harga sahamnya mash sangat murah secara valuasi. Namun harga sahamnya belum banyak dilirik oleh investor. Dengan kata lain, anda mencari 'harta terpendam'.

Cara mencari dan mengetahui kriteria2 saham yang punya kinerja baik dan memiliki potensi booming sudah bahas disini: Ebook Analisa Fundamental Saham. 

Saham2 seperti ini, ketika rilis laporan keuangan atau sudah waktunya naik, memiliki peluang naik puluhan hingga ratusan persen. 

Namun biasanya, kenaikan saham2 value stock ini tidak bertahan dalam jangka terlalu panjang, hanya sekitar beberapa bulan sampai 1,5 tahun, lalu akan ada masa di mana setelah sahamnya overvalued, harganya akan stagnan bahkan turun. 

Jadi, saham apa yang akan anda beli untuk investasi jangka panjang?

Untuk menjawab pertanyaan ini, anda harus mengetahui time frame dan tujuan anda investasi. Kalau tujuan anda investasi adalah untuk menyimpan saham dalam waktu yang sangat lama, bahkan untuk diwariskan, maka pilihlah saham2 defensif atau saham2 low risk. 

Sebaliknya, jika anda mengincar profit yang lebih besar dari investasi, anda bisa mencari value stock atau saham2 multi bagger itu tadi. 

Namun untuk investor pemula, saya menyarankan pada anda untuk memilih terlebih dahulu saham2 yang risikonya kecil. Dalam hal ini, anda bisa memilih saham blue chip (low risk). 

Yup, kita sudah sering bahas di web Saham Gain ini bahwa saham blue chip disarankan untuk pemula, karena pemula harus bisa meminimalkan risiko terlebih dahulu, dan memaksimalkan return dengan cara yang benar. Oleh karena itu, saham blue chip bisa jadi pilihan. 

Dalam perjalanan investasi anda, jika anda ingin mencoba diversifikasi saham yang lain, itu tidak masalah. 

Namun apapun saham yang anda pilih untuk investasi, anda harus melakukan analisis fundamental terlebih dahulu. Analisis2 fundamental untuk investasi yaitu: Analisis laporan keuangan, analisis valuasi & harga wajar saham, manajemen modal, analisa sektoral, analisa kualitiatif fundamental. 

Karena sebagus apapun sahamnya, kalau anda tidak menganalisa (asal membeli), anda tetap bisa terkena risiko kerugian. Hal ini sudah banyak dialami investor pemula. 

Jadi sebelum investasi, bekali dahulu diri anda dengan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang praktik2 analisis fundamental. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Memahami Waran: Definisi Waran dan Cara Trading Waran

Memahami Waran: Definisi Waran dan Cara Trading Waran

Ketika anda trading saham, anda pasti akan melihat kode-kode saham. Kode saham Indonesia ditulis dalam 4 huruf. Misalnya PT Indofood Tbk, kode sahamnya adalah INDF. Nah, tapi mungkin anda sering menemukan kode saham yang di belakangnya ada tambahan 'W'. Contohnya AGRO-W, DWGL-W, BULL-W, MEDC-W dan lain2. 

Kode W ini kepanjangannya adalah waran. Apa itu waran? Mengapa perusahaan menerbitkan waran? Dan apa untung dan risikonya bagi seorang pemegang saham?

Waran merupakan hak yang diberikan pada pemegang saham untuk membeli saham dengan harga pelaksanaan (harga exercise) dan jangka waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan penerbit waran

Jadi, waran ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Dan waran adalah hak, bukan kewajiban. Kalau investor tidak ingin menggunakan hak-nya untuk untuk membeli saham, maka tidak masalah (investor tidak mendapatkan saham perusahaan tersebut). 

Waran disebut juga dengan options, karena memberikan opsi (pilihan) kepada pemegang saham untuk menggunakan hak-nya. Di pasar modal, waran termasuk dalam produk derivatif (produk turunan) saham dan merupakan aksi korporasi perusahaan. 

Perlu anda ingat, waran ada jangka waktunya. Biasanya jangka waktu waran adalah 2-5 tahun. Jadi setelah waran kadaluarsa (misalnya AGRO-W kadaluarsa tanggal 12 Juni 2018), maka anda tidak akan melihat kode AGRO-W di pasar reguler lagi setelah tanggal 12 Juni 2018. 

Lalu kenapa perusahaan menerbitkan waran? Apa untungnya bagi perusahaan?

Waran diterbitkan ketika perusahaan akan melakukan initial public offering (IPO) atau right issue. Tujuannya supaya investor semakin tertarik untuk ikut dalam aksi korporasi perusahaan (IPO / right issue). Jadi, waran ini sebenarnya fungsinya adalah sebagai pemanis / sweetener

Perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan secara finansial. Dampak positifnya bagi perusahaan, saham perusahaan akan semakin diminati investor.  

Memang tidak banyak perusahaan yang menerbitkan waran. Waran biasanya diterbitkan oleh perusahaan2 yang saham publiknya sedikit dan kurang likuid. Hal ini bertujuan agar investor semakin tertarik membeli saham perusahaan tersebut. 

MEKANISME DAN PRAKTIK TRADING WARAN 

Salah contoh perusahaan yang menerbitkan waran adalah PT Dwiguna Laksana Tbk (DWGL) dalam rangka IPO. 

Bersamaan dengan itu, DWGL juga menerbitkan waran, di mana setiap investor yang berpartisipasi dalam IPO, akan mendapatkan waran. Setiap 20 saham yang dimiliki investor akan memperoleh satu waran. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp187 dan jatuh temponya 12 Desember 2022.

Katakanlah seorang investor memiliki 2.000.000 lembar saham DWGL, maka investor akan mendapatkan 100.000 lembar waran secara cuma-cuma. Waran yang dibagikan ketika investor mengikuti IPO ini nilai awalnya adalah nol (Rp0), karena sifatnya cuma-cuma. 

Harga waran akan bergerak naik dan turun setelah waran tersebut diperdagangkan di pasar reguler. Dan waran ini nantinya juga bisa anda tradingkan di pasar reguler seperti halnya ketika anda mentradingkan saham. 

Andai kata DWGL-W naik dari Rp0 menjadi Rp150, dan investor menjual warannya, maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar 100.000 x 150 = Rp15 juta. Keuntungan Rp15 juta ini adalah keuntungan yang anda dapatkan secara cuma-cuma. Ibartnya, anda dikasih uang gratis sebanyak Rp15 juta. 

APAKAH BENAR WARAN MENGUNTUNGKAN? 

Memang anda bisa mendapatkan untung cuma-cuma kalau anda dapat waran saat perusahaan akan IPO / right issue.  Tapi kalau anda memutuskan untuk membeli waran di pasar reguler (setelah IPO / right issue), maka anda harus menghitung untung-ruginya. 

Ketika anda memutuskan membeli waran saat DWGL melantai di bursa, anda memiliki dua opsi: Menjual waran atau menebus waran untuk mendapatkan saham dengan membeli di harga pelaksanaannya (Rp187). 

Sebagai contoh, anda membeli waran DWGL di harga Rp150 sebanyak 2.000 lot. Jadi total modal yang anda keluarkan adalah Rp30 juta. Anda punya opsi untuk menjual waran atau menebus waran di harga pelaksanaannya yaitu di harga Rp187.

Kalau anda tidak menebus atau menjual waran anda sampai tanggal ex nya, yaitu sampai 12 Desember 2022, maka waran anda akan hangus sama sekali. Hangus disini maksudnya adalah waran anda akan hilang. 

Jadi, uang Rp30 juta yang anda tanamkan di waran akan hilang total. Dengan kata lain, kalau anda tidak menggunakan hak anda sampai jatuh tempo dan waran anda hangus, kerugian anda akan mencapai 100%!!

Sebaliknya jika anda mau menebus untuk mendapatkan saham DWGL, anda perlu menebus dengan membayar di harga Rp187 (harga pelaksanaan waran-nya). 

Dengan demikian, anda hanya perlu membayar Rp337 untuk membeli saham DWGL (Rp150 yang anda dapatkan dari pembelian waran plus Rp187 dari penebusan di harga pelaksanaan). 

Jika harga saham DWGL saat itu adalah 400 misalnya, maka anda bisa untung sebesar Rp63 (400 - 337). Ini artinya anda bisa mendapatkan DWGL di 337 dari penebusan waran dan langsung menjualnya di 400. 

Tapi kalau harga pasar DWGL mengalami penurunan, tentu saja anda akan rugi. Katakanlah harga pasar DWGL saat itu adalah Rp300, dan anda mendapatkan DWGL di harga Rp337 dari penebusan waran, maka anda akan rugi sebesar Rp37 per saham.

Itulah mengapa pemegang waran selalu mengharapkan agar harga saham terus mengalami kenaikan agar pemegang waran bisa mendapatkan saham di harga yang rendah dan menjual langsung (untung) di harga pasarnya. 

Kenaikan dan penurunan waran ini pada umumnya akan mengikuti harga saham induknya. Misalnya harga saham DWGL naik dari 200 ke 500 atau naik 300 poin, maka DWGL-W biasanya juga akan naik kurang lebih 300 poin. 

Tapi tidak selalu seperti itu. Maksud saya, siapa yang bisa memastikan harga saham? Terkadang harga saham bisa mengalami kenaikan tapi justru waran mengalami penurunan yang drastis, dan sebaliknya.



Pada gambar diatas, bisa anda lihat bahwa ketika DWGL naik sebesar 6.09%, DWGL-W justru turun sebesar 15,05%. 

TRADING WARAN DI PASAR REGULER 

Anda mungkin sering melihat harga waran yang bisa naik sampai 100% lebih atau bahkan turun 100% lebih dalam sehari. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui jika anda memutuskan untuk trading waran di pasar reguler: 

* Trading waran disini artinya anda langsung membeli dan menjual waran , tidak menebus waran tersebut untuk mendapatkan saham.

1. Waran tidak likuid dan nominalnya kecil.

Waran pada umumnya nominalnya cukup kecil, sehingga persentase kenaikan dan penurunannya akan lebih tinggi / rendah daripada harga saham itu sendiri. 

Kita ambil contoh saham DWGL. Katankanlah DWGL naik 10 poin dari 620 ke 630. Maka keuntungan anda adalah 2%. Tapi kalau DWGL-W naik 10 poin dari 70 ke 80, keuntungan anda adalah 14%.. Keuntungan anda memang jauh lebih besar.. 

Tapi sebaliknya, kalau DWGL anda turun 10 poin dari 630 ke 620, maka kerugian anda kurang lebih sebesar 2% dan kalau DWGL-W yang turun 10 poin dari 80 ke 70, kerugian anda juga jauh lebih besar, yaitu sekitar 14%. 

Dan sekali lagi, kalau anda nggak menggunakan waran tersebut untuk membeli saham baru di harga pelaksanannya (Rp187), karena harga pasarnya masih dibawah harga waran, maka kerugian anda akan mencapai 100%!!

Selain itu, tidak sedikit waran yang harganya Rp1, Rp10, Rp100 saja. Jadi kalau anda beli waran di harga Rp2, terus waran anda turun ke Rp1, maka kerugian anda adalah 100%. Atau seringkali terjadi waran yang harganya, misalnya, Rp80 turun ke Rp20. Jadi penurunannya bisa mencapai -300% dalam sehari. Bayangkan apa yang terjadi jika waran anda turun 300% dalam sehari... 

Waran juga tidak se-likuid saham induknya. Walaupun ada beberapa waran yang juga masih lumayan likuid, seperti contoh DWGL-W diatas. Anda perhatikan, antriannya cukup banyak. 

Tapi berhubung waran ini juga fluktuatif bahkan spread bid-offernya bisa sangat renggang, maka sangat berbahaya dan saya tidak menyarankan anda untuk trading waran. Saya pribadi tidak pernah mentradingkan waran, karena trading waran ini sifatnya nyaris seperti gambling. Dan grafik waran nggak bisa dibaca dengan analisis teknikal. Baca juga: Mengenal Spread Bid-Offer di Pasar Saham.

Meskipun waran bisa naik 200% dalam sehari, tapi anda juga berpotensi rugi 200% sehari. Dan meskipun anda bisa menerka-nerka pergerakan waran menggunakan pergerakan saham induknya, tapi seperti contoh gambar diatas tadi, anda tetaplah tidak bisa menggunakan rumus seperti itu.

Jadi bukankah lebih baik membeli saham yang bisa kita analisis? Dengan begitu, anda bisa memegang saham dengan rasa aman... Karena dalam trading, bukan profit saja yang harus anda incar, tapi anda harus juga memperoleh rasa aman.. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.

Memahami Waran: Definisi Waran dan Cara Trading Waran

Memahami Waran: Definisi Waran dan Cara Trading Waran

Ketika anda trading saham, anda pasti akan melihat kode-kode saham. Kode saham Indonesia ditulis dalam 4 huruf. Misalnya PT Indofood Tbk, kode sahamnya adalah INDF. Nah, tapi mungkin anda sering menemukan kode saham yang di belakangnya ada tambahan 'W'. Contohnya AGRO-W, DWGL-W, BULL-W, MEDC-W dan lain2. 

Kode W ini kepanjangannya adalah waran. Apa itu waran? Mengapa perusahaan menerbitkan waran? Dan apa untung dan risikonya bagi seorang pemegang saham?

Waran merupakan hak yang diberikan pada pemegang saham untuk membeli saham dengan harga pelaksanaan (harga exercise) dan jangka waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan penerbit waran

Jadi, waran ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Dan waran adalah hak, bukan kewajiban. Kalau investor tidak ingin menggunakan hak-nya untuk untuk membeli saham, maka tidak masalah (investor tidak mendapatkan saham perusahaan tersebut). 

Waran disebut juga dengan options, karena memberikan opsi (pilihan) kepada pemegang saham untuk menggunakan hak-nya. Di pasar modal, waran termasuk dalam produk derivatif (produk turunan) saham dan merupakan aksi korporasi perusahaan. 

Perlu anda ingat, waran ada jangka waktunya. Biasanya jangka waktu waran adalah 2-5 tahun. Jadi setelah waran kadaluarsa (misalnya AGRO-W kadaluarsa tanggal 12 Juni 2018), maka anda tidak akan melihat kode AGRO-W di pasar reguler lagi setelah tanggal 12 Juni 2018. 

Lalu kenapa perusahaan menerbitkan waran? Apa untungnya bagi perusahaan?

Waran diterbitkan ketika perusahaan akan melakukan initial public offering (IPO) atau right issue. Tujuannya supaya investor semakin tertarik untuk ikut dalam aksi korporasi perusahaan (IPO / right issue). Jadi, waran ini sebenarnya fungsinya adalah sebagai pemanis / sweetener

Perusahaan tidak akan mendapatkan keuntungan secara finansial. Dampak positifnya bagi perusahaan, saham perusahaan akan semakin diminati investor.  

Memang tidak banyak perusahaan yang menerbitkan waran. Waran biasanya diterbitkan oleh perusahaan2 yang saham publiknya sedikit dan kurang likuid. Hal ini bertujuan agar investor semakin tertarik membeli saham perusahaan tersebut. 

MEKANISME DAN PRAKTIK TRADING WARAN 

Salah contoh perusahaan yang menerbitkan waran adalah PT Dwiguna Laksana Tbk (DWGL) dalam rangka IPO. 

Bersamaan dengan itu, DWGL juga menerbitkan waran, di mana setiap investor yang berpartisipasi dalam IPO, akan mendapatkan waran. Setiap 20 saham yang dimiliki investor akan memperoleh satu waran. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp187 dan jatuh temponya 12 Desember 2022.

Katakanlah seorang investor memiliki 2.000.000 lembar saham DWGL, maka investor akan mendapatkan 100.000 lembar waran secara cuma-cuma. Waran yang dibagikan ketika investor mengikuti IPO ini nilai awalnya adalah nol (Rp0), karena sifatnya cuma-cuma. 

Harga waran akan bergerak naik dan turun setelah waran tersebut diperdagangkan di pasar reguler. Dan waran ini nantinya juga bisa anda tradingkan di pasar reguler seperti halnya ketika anda mentradingkan saham. 

Andai kata DWGL-W naik dari Rp0 menjadi Rp150, dan investor menjual warannya, maka investor akan mendapatkan keuntungan sebesar 100.000 x 150 = Rp15 juta. Keuntungan Rp15 juta ini adalah keuntungan yang anda dapatkan secara cuma-cuma. Ibartnya, anda dikasih uang gratis sebanyak Rp15 juta. 

APAKAH BENAR WARAN MENGUNTUNGKAN? 

Memang anda bisa mendapatkan untung cuma-cuma kalau anda dapat waran saat perusahaan akan IPO / right issue.  Tapi kalau anda memutuskan untuk membeli waran di pasar reguler (setelah IPO / right issue), maka anda harus menghitung untung-ruginya. 

Ketika anda memutuskan membeli waran saat DWGL melantai di bursa, anda memiliki dua opsi: Menjual waran atau menebus waran untuk mendapatkan saham dengan membeli di harga pelaksanaannya (Rp187). 

Sebagai contoh, anda membeli waran DWGL di harga Rp150 sebanyak 2.000 lot. Jadi total modal yang anda keluarkan adalah Rp30 juta. Anda punya opsi untuk menjual waran atau menebus waran di harga pelaksanaannya yaitu di harga Rp187.

Kalau anda tidak menebus atau menjual waran anda sampai tanggal ex nya, yaitu sampai 12 Desember 2022, maka waran anda akan hangus sama sekali. Hangus disini maksudnya adalah waran anda akan hilang. 

Jadi, uang Rp30 juta yang anda tanamkan di waran akan hilang total. Dengan kata lain, kalau anda tidak menggunakan hak anda sampai jatuh tempo dan waran anda hangus, kerugian anda akan mencapai 100%!!

Sebaliknya jika anda mau menebus untuk mendapatkan saham DWGL, anda perlu menebus dengan membayar di harga Rp187 (harga pelaksanaan waran-nya). 

Dengan demikian, anda hanya perlu membayar Rp337 untuk membeli saham DWGL (Rp150 yang anda dapatkan dari pembelian waran plus Rp187 dari penebusan di harga pelaksanaan). 

Jika harga saham DWGL saat itu adalah 400 misalnya, maka anda bisa untung sebesar Rp63 (400 - 337). Ini artinya anda bisa mendapatkan DWGL di 337 dari penebusan waran dan langsung menjualnya di 400. 

Tapi kalau harga pasar DWGL mengalami penurunan, tentu saja anda akan rugi. Katakanlah harga pasar DWGL saat itu adalah Rp300, dan anda mendapatkan DWGL di harga Rp337 dari penebusan waran, maka anda akan rugi sebesar Rp37 per saham.

Itulah mengapa pemegang waran selalu mengharapkan agar harga saham terus mengalami kenaikan agar pemegang waran bisa mendapatkan saham di harga yang rendah dan menjual langsung (untung) di harga pasarnya. 

Kenaikan dan penurunan waran ini pada umumnya akan mengikuti harga saham induknya. Misalnya harga saham DWGL naik dari 200 ke 500 atau naik 300 poin, maka DWGL-W biasanya juga akan naik kurang lebih 300 poin. 

Tapi tidak selalu seperti itu. Maksud saya, siapa yang bisa memastikan harga saham? Terkadang harga saham bisa mengalami kenaikan tapi justru waran mengalami penurunan yang drastis, dan sebaliknya.



Pada gambar diatas, bisa anda lihat bahwa ketika DWGL naik sebesar 6.09%, DWGL-W justru turun sebesar 15,05%. 

TRADING WARAN DI PASAR REGULER 

Anda mungkin sering melihat harga waran yang bisa naik sampai 100% lebih atau bahkan turun 100% lebih dalam sehari. Mengapa hal itu bisa terjadi? Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui jika anda memutuskan untuk trading waran di pasar reguler: 

* Trading waran disini artinya anda langsung membeli dan menjual waran , tidak menebus waran tersebut untuk mendapatkan saham.

1. Waran tidak likuid dan nominalnya kecil.

Waran pada umumnya nominalnya cukup kecil, sehingga persentase kenaikan dan penurunannya akan lebih tinggi / rendah daripada harga saham itu sendiri. 

Kita ambil contoh saham DWGL. Katankanlah DWGL naik 10 poin dari 620 ke 630. Maka keuntungan anda adalah 2%. Tapi kalau DWGL-W naik 10 poin dari 70 ke 80, keuntungan anda adalah 14%.. Keuntungan anda memang jauh lebih besar.. 

Tapi sebaliknya, kalau DWGL anda turun 10 poin dari 630 ke 620, maka kerugian anda kurang lebih sebesar 2% dan kalau DWGL-W yang turun 10 poin dari 80 ke 70, kerugian anda juga jauh lebih besar, yaitu sekitar 14%. 

Dan sekali lagi, kalau anda nggak menggunakan waran tersebut untuk membeli saham baru di harga pelaksanannya (Rp187), karena harga pasarnya masih dibawah harga waran, maka kerugian anda akan mencapai 100%!!

Selain itu, tidak sedikit waran yang harganya Rp1, Rp10, Rp100 saja. Jadi kalau anda beli waran di harga Rp2, terus waran anda turun ke Rp1, maka kerugian anda adalah 100%. Atau seringkali terjadi waran yang harganya, misalnya, Rp80 turun ke Rp20. Jadi penurunannya bisa mencapai -300% dalam sehari. Bayangkan apa yang terjadi jika waran anda turun 300% dalam sehari... 

Waran juga tidak se-likuid saham induknya. Walaupun ada beberapa waran yang juga masih lumayan likuid, seperti contoh DWGL-W diatas. Anda perhatikan, antriannya cukup banyak. 

Tapi berhubung waran ini juga fluktuatif bahkan spread bid-offernya bisa sangat renggang, maka sangat berbahaya dan saya tidak menyarankan anda untuk trading waran. Saya pribadi tidak pernah mentradingkan waran, karena trading waran ini sifatnya nyaris seperti gambling. Dan grafik waran nggak bisa dibaca dengan analisis teknikal. Baca juga: Mengenal Spread Bid-Offer di Pasar Saham.

Meskipun waran bisa naik 200% dalam sehari, tapi anda juga berpotensi rugi 200% sehari. Dan meskipun anda bisa menerka-nerka pergerakan waran menggunakan pergerakan saham induknya, tapi seperti contoh gambar diatas tadi, anda tetaplah tidak bisa menggunakan rumus seperti itu.

Jadi bukankah lebih baik membeli saham yang bisa kita analisis? Dengan begitu, anda bisa memegang saham dengan rasa aman... Karena dalam trading, bukan profit saja yang harus anda incar, tapi anda harus juga memperoleh rasa aman.. 


Katalog produk digital dan jasa freelance indonesia, cek dibawah ini.